LINIKATA.COM, REMBANG – Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Rembang mengeluhkan beban operasional awal yang terpaksa menggunakan uang pribadi akibat belum turunnya anggaran resmi program.
Meski koperasi belum beroperasi dan menghasilkan laba, jajaran pengurus sudah harus menanggung semua biaya administrasi hingga logistik harian dengan sistem talangan.
Baca juga: Masih Berpolemik, KDMP Bangunrejo Rembang Dijadwalkan Beroperasi 18 Mei 2026
Tanggung Biaya Logistik dan Mobilitas Tinggi
Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Maguan, Anton Yudianto, mengungkapkan bahwa akumulasi biaya kecil yang terus dikeluarkan tanpa pos anggaran pengganti kini mulai mencekik keuangan pribadi pengurus. Beban tersebut mencakup kebutuhan sekertariat hingga mobilitas operasional yang tinggi.
“Dari biaya pulsa listrik harian, sampai hari ini saja ada rencana untuk pasang AC di kantor, semua harus kami tanggung,” ujar Anton, Selasa (2/6/2026).
Selain logistik kantor, pengurus juga diwajibkan melakukan mobilisasi untuk mengurus kelengkapan legalitas hukum, pembelian materai, hingga biaya perjalanan untuk pengambilan armada kendaraan dinas inventaris koperasi. Seluruh kegiatan tersebut hingga kini sama sekali tidak didukung oleh dana taktis dari pusat program.
Baca juga: 33 dari 406 Gerai KDMP di Pati Kelar Dibangun, Operasional Tunggu Juknis
Desak Pemerintah Segera Turun Tangan
Kondisi ini memicu kekhawatiran kolektif di jajaran kepengurusan. Sistem talangan yang terus-menerus diterapkan dianggap tidak realistis mengingat keterbatasan finansial masing-masing pengurus di lapangan.
“Kalau harus menalangi terus, pengurus tidak ada uangnya. Dari awal memang belum ada anggarannya. Kalau untuk ikhlas dan berjuang terus tanpa kejelasan ya berat,” tegasnya.
Pengurus di tingkat desa berharap Dinas terkait maupun instansi yang menaungi program KDMP di tingkat Kabupaten Rembang segera turun tangan.
Mereka mendesak adanya regulasi yang jelas mengenai dana taktis operasional awal agar semangat membangun ekonomi desa tidak padam akibat benturan finansial internal. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin















