LINIKATA.COM, PATI – Pasca-penemuan bayi laki-laki yang sempat menggegerkan warga Desa Growong Kidul RT 1 RW 1, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini bayi malang tersebut sudah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Juwana. Beruntung, kondisi kesehatan bayi yang dibuang di dalam tas biru itu dilaporkan stabil dan sehat.
Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Juwana, Suharminah, mengatakan bahwa bayi tersebut diantarkan langsung oleh Kepala Desa Growong Kidul bersama bidan desa setempat pada pukul 14.15 WIB. Bayi laki-laki tersebut kemudian langsung mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.
“Bayi mendapat suntikan hepatitis, biasa kalau bayi baru lahir. Kemudian juga kondisinya menangis keras, gerakan aktif, alhamdulillah sehat, dengan berat 3,8 (kilogram) panjangnya 50 cm,” beber Suharminah, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Bayi Malang Ditemukan di Gang Growong Kidul Pati, Sempat Dikira Sampah
Hanya Ditampung Sementara, Dinsos Pati Turun Tangan Besok
Pihak puskesmas menegaskan bahwa fasilitas kesehatan mereka hanya berfungsi sebagai tempat evakuasi dan penampungan darurat demi memulihkan kondisi fisik bayi setelah sempat telantar di dalam gang. Untuk penanganan lebih lanjut, kewenangan berada di tangan dinas terkait.
“Puskesmas, kan hanya untuk tempat sementara, kita menampung. Besok (Selasa) ada Dinas Sosial ke sini,” katanya.
Sesuai prosedur, pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) Kabupaten Pati dijadwalkan akan mendatangi Puskesmas Juwana guna melakukan langkah perlindungan lanjutan bagi sang bayi.
Banjir Bantuan dari Warga, Puskesmas Batasi Kunjungan
Semenjak kabar penemuan bayi ini mencuat, simpati dari masyarakat luas langsung mengalir deras. Suharminah mengakui sejak siang hari banyak sekali warga setempat yang berdatangan ke puskesmas untuk melihat kondisi bayi malang tersebut sekaligus memberikan bantuan logistik.
”Popok dan susu langsung diberi dari warga. Sebenarnya di Puskesmas Juwana juga ada. Nanti kalau butuh kita sediakan,” ungkap dia.
Baca juga: Setubuhi Bocah Berujung Pembuangan Bayi, Warga Pati Terancam 15 Tahun Penjara
Kendati demikian, demi menjaga keselamatan dan sterilitas ruangan, pihak manajemen Puskesmas Juwana terpaksa mengambil kebijakan tegas dengan membatasi jumlah kunjungan dari masyarakat umum. Hal ini mengingat sistem imunitas bayi baru lahir masih sangat rentan terhadap paparan bakteri atau kuman dari luar.
“Kita membatasi juga kunjungan, yang tidak berhubungan tidak bisa masuk. Nanti dikhawatirkan infeksius, lah istilahnya, karena bayi itu kan rentan. Kami nggak tahu yang dari luar dia bahwa bakteri ataupun kuman, virus,” katanya.
Peristiwa penemuan bayi tersebut saat ini sudah dilaporkan secara resmi kepada Polsek Juwana. Petugas kepolisian juga dilaporkan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi dan tengah memburu pelaku pembuangan bayi tersebut. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














