LINIKATA.COM, KUDUS – Seorang pedagang kaki lima (PKL) ditemukan meninggal dunia secara mendadak di Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota Kudus, Minggu (17/5/2026) pagi.
Belakangan diketahui, korban berinisial AS (54), warga Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Menurut keterangan saksi, AS mendadak ambruk saat sedang meracik adonan molen di gerobak miliknya.
Peristiwa yang mengejutkan warga sekitar ini terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Lokasi kejadian berada di tanah kosong inventaris Yayasan TBS Kudus, tepat di belakang sekolah MTs dan TBS, RT 01/RW 02 Kelurahan Kajeksan.
Baca juga: Resahkan Warga, Peredaran “Es Moni” di Undaan Kudus Digerebek Polisi
Berdasarkan data yang dihimpun, korban awalnya bersiap jualan sejak pukul 08.00 WIB. Setengah jam kemudian, korban sempat mengeluh pusing akibat penyakit vertigo kepada rekan sesama pedagang, ZA (35) dan C (67). Nahas, sekira pukul 09.00 WIB, korban mendadak terjatuh pingsan.
Pemeriksaan Medis dan Olah TKP oleh Polsek Kudus
“Saat diperiksa oleh saksi C, denyut nadi korban sudah tidak ada. Modin kelurahan setempat langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan ambulans RAPI,” ujar Kapolsek Kudus, AKP Subkhan.
Mendapati laporan warga pada pukul 09.30 WIB, Subkhan menuturkan, pihaknya bersama personel SPKT langsung mendatangi lokasi kejadian. Polsek Kudus juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Kudus serta dr. Hana Faiyul Muna dari Puskesmas Purwosari untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis luar.
Baca juga: Miris! Keluarga di Jepangpakis Kudus Huni Emperan Sempit Selama 6 Tahun
Meninggal Akibat Penyakit Bawaan yang Kambuh
Dari hasil pemeriksaan tim medis, dipastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Adapun luka memar di dahi kanan korban diduga kuat akibat benturan saat yang bersangkutan terjatuh. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit bawaan, yaitu hipertensi dan vertigo yang kambuh mendadak.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak diautopsi dengan menandatangani surat pernyataan. Jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga menggunakan ambulans RAPI untuk proses pemakaman,” tutup Subkhan. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














