LINIKATA.COM, PATI – Polresta Pati menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 selama 14 hari mulai 2 hingga 15 Februari. Dalam kegiatan ini polisi akan mengoptimalkan penggunaaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik dalam bentuk statis maupun mobile.
Apel yang digelar di Mapolresta Pati, Senin (2/2/2026) pagi ini dipimpin Plt Wakapolresta Pati, Kompol Anwar untuk mewakili Kapolresta Pati yang sedang bertugas di luar daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Anwar membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah yang menyoroti dinamika permasalahan lalu lintas yang semakin kompleks akibat pertumbuhan penduduk dan kemajuan transportasi digital.
Baca juga: Warga Miskin Pati Capai 105 Ribu Jiwa, Kemenag Siap Bantu Lewat Gerakan Wakaf
“Situasi ini menuntut Polri, khususnya fungsi lalu lintas, untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan yang presisi, prediktif, responsible, dan berkeadilan,” katanya membaca amanat Polda.
Momentum ini sekaligus menjadi langkah cipta kondisi bagi pihak kepolisian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menitikberatkan pada tindakan preemtif dan preventif.
“Fokus utama operasi adalah pencegahan kecelakaan melalui edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang mengedepankan pendekatan humanis,” katanya.
Dalam aspek penegakan hukum selama operasi berlangsung, Polresta Pati akan memaksimalkan penggunaan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik dalam bentuk statis maupun mobile. Petugas tetap diinstruksikan untuk memberikan teguran secara langsung dengan cara yang santun.
“Penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan humanis, dengan fokus pada pelanggaran yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan,” ucapnya.
Berdasarkan data kinerja tahun sebelumnya, Jawa Tengah mencatatkan tren positif dalam tingkat kepatuhan berlalu lintas. Pada 2025, angka pelanggaran tercatat turun 25 persen menjadi 522.589 kasus dibandingkan 2024. Penurunan ini diikuti dengan angka penindakan tilang yang merosot tajam.
“Penindakan tilang juga mengalami penurunan signifikan, yakni 32 persen, dari 256.247 lembar pada 2024 menjadi 174.993 lembar pada 2025,” beber Kompol Anwar.
Selain penurunan tilang, jumlah teguran kepada masyarakat juga berkurang sebanyak 20 persen atau sekitar 88.531 teguran dibandingkan tahun sebelumnya. Meski data menunjukkan kemajuan, pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk menjaga momentum tersebut.
“Capaian ini menunjukkan tren yang positif. Namun, peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas tetap harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambah Kompol Anwar.
Baca juga: Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG di Pati Aman Selama Banjir
Sebagai penutup, seluruh personel yang terlibat diingatkan untuk menjaga nama baik institusi dan menghindari segala bentuk pelanggaran dalam bertugas. Kompol Anwar berpesan agar dedikasi tinggi menjadi landasan utama bagi setiap anggota di lapangan.
“Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Jadikan Operasi Keselamatan Candi 2026 sebagai momentum membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” tutupnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














