• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Petani Sugiharjo Pati Merugi, Tanaman Padi Diserang Tikus hingga Wereng

Redaksi by Redaksi
November 24, 2025
in Regional
0
Petani Sugiharjo Pati Merugi, Tanaman Padi Diserang Tikus hingga Wereng

Petani Desa Sugiharjo tampak mengais sisa-sisa tanaman padi yang masih bisa dipanen setelah diserang hama. Foto: Linikata/LK1

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Serangan hama bertubi-tubi membuat petani di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengalami kerugian. Petani hanya bisa pasrah karena hasil panen di Masa Tanam (MT) III anjlok drastis.

Salah satu petani Sugiharjo, Joko Pramono mengaku, serangan hama ini datang silih berganti mulai dari tikus hingga wereng. Bahkan, untuk tikus sudah terjadi sejak sebulan lalu.

“Lebih dari sebulan yang lalu datang serangan tikus. Tapi petani dengan usaha sebisanya, gimana caranya mengusir, ada yang teratasi ada yang tidak. Tapi tanamnya masih bagus,” ungkapnya, Senin (24/11/2025).

Baca juga: Hama Tikus Serang 11 Desa di Jakenan, Petani Gelar Gropyokan

Setelah tikus, lanjut dia, sekitar tiga minggu yang lalu itu datang lagi hama lainya, yakni penggerek batang atau beluk yang mengakibatkan padi memutih lalu isinya kopong.

“Beluk ini yang membuat ngenes petani. Karena harapan bisa dibawa pulang, bisa untuk konsumsi tapi kena beluk ini jadi putih semuanya,” ucapnya.

Tak berhenti sampai di ditu, Joko menyebut muncul lagi serangan hama wereng. Hama ini membuat banyak padi yang ditanam petani mati mengering.

“Tidak sampai di situ, sekitar dua minggu yang lalu, karena daerah lain sudah panen dan wilayah sini belum, ada perpindahan wereng. Serangan wereng membuat kering,” imbuhnya.

Akibat serangan hama bertubi-tubi ini, membuat petani di Sugiharjo mengalami kerugian. Mengingat, hasil produksi menurun jauh dari normalnya.

Joko merincikan, luas lahan tanam 1 kotak atau sekitar 1.500 meter persegi biasanya bisa menghasilkan sekitar 15 karung atau sak. Namun, musim ini, 1 kotak hanya dapat tak lebih dari 3 karung.

“Akibatnya panen tidak bisa maksimal sama sekali. Biasanya 1 kotak bisa dapat 15 karung, kemarin dapat 2 sak sudah alhamdulilah. Ada yang 1 kotak tidak sampai 1 sak. Buat combine 1 kotak Rp 350 ribu, 1 sak cuma dapat 60 kilo dikalikan 6.700. Itu buat bayar combine aja enggak bisa,” terangnya.

Kondisi ini membuat petani rugi ongkos produksi. Sebab, biaya produksi untuk lahan seluas 1 kotak ditaksir sekitar Rp 2-3 juta.

“Produksi meningkat saat ada hama karena buat beli pestisida. Pestisida se kotak mulai tanam sampai selesai itu Rp700 ribu sampai Rp1 juta. Belum lagi biaya lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju Desa Sugiharjo Arif Purwanto mengungkapkan, hama menyerang secara menyeluruh tanaman padi di wilayahnya. Ia menyebut ada sekitar 100 kotak lahan.

Baca juga: Petani Pati Gembira Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen

“Musim tanam ketiga ini keluhan petani terdampak isinya kosong atau orang Jawa bilang itu beluk. Kalau jadi biasanya sekitar 15 sak. Sekarang ini ada hama wereng, tikus, dan beluk petani cuma dapat hasil lima bahkan ada tiga sak satu kotaknya. Keseluruhan ada 100 kotak,” pungkasnya.

Dengan kondisi ini, petani di Sugiharjo berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal ini dinas pertanian. Sehingga diharapkan persoalan-persoalan yang dialami para dapat teratasi. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Petani
Previous Post

Balap Liar, Lima Pelajar SMP-SMA di Kudus Diamankan Polisi

Next Post

Ngeri! Tanggul Sungai di Mataraman Pati Ambrol, Jaraknya 1 Meter dari Permukiman

Redaksi

Redaksi

Next Post
Ngeri! Tanggul Sungai di Mataraman Pati Ambrol, Jaraknya 1 Meter dari Permukiman

Ngeri! Tanggul Sungai di Mataraman Pati Ambrol, Jaraknya 1 Meter dari Permukiman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

SELAMAT IDUL FITRI

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Maret 27, 2026
Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

April 2, 2026
Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Maret 29, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

April 14, 2026
Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

April 14, 2026
Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

April 14, 2026
Plt Bupati Pati Minta Maaf Tak Bisa Perbaiki jalan Rusak Sebelum Lebaran

Waduh! Perbaikan 250 KM Jalan Pati Tunggu Perintah Plt Bupati

April 14, 2026

Recent News

Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

April 14, 2026
Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

April 14, 2026
Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

April 14, 2026
Plt Bupati Pati Minta Maaf Tak Bisa Perbaiki jalan Rusak Sebelum Lebaran

Waduh! Perbaikan 250 KM Jalan Pati Tunggu Perintah Plt Bupati

April 14, 2026
Lini Kata

© 2025 Linikata.com All right reserved

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

© 2025 Linikata.com All right reserved