• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Keren, Siswa SMA PGRI 2 Kayen Juara di London Berkat Alat Pendeteksi Kantuk

Redaksi by Redaksi
Juli 2, 2025
in Regional
0
Keren, Siswa SMA PGRI 2 Kayen Juara di London Berkat Alat Pendeteksi Kantuk

Siswa SMA PGRI 2 Kayen, Muhammad Fajar Diva Audiansyah, menunjukkan piagam penghargaan International Greenwich Olympiad (IGO). Foto: Linikata/LK2

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh siswa SMA PGRI 2 Kayen, Muhammad Fajar Diva Audiansyah. Berkat alat pendeteksi kantuk bagi sopir, pemuda itu berhasil meraih juara dalam ajang bergengsi International Greenwich Olympiad (IGO) yang digelar di London pada 27 Juni 2025.

Temuan yang diberi nama X-Antuk Smartband itu digadang-gadang dapat meminimalkan kecelakaan akibat micro sleep yang sering kali dirasakan para sopir. Hingga akhirnya temuan itu berhasil bersaing dengan 350 finalis lainnya dari 53 negara di dunia serta mendapat silver medal.

“Tidak menyangka berhasil mendapatkan medali. Padahal ada banyak kontestan yang cukup bagus dari berbagai negara. Seperti Cina, Korea Selatan, Jerman, Belanda, Oman hingga Kolombia, Inggris, Jepang,” ujarnya.

Baca juga: Kuota Siswa Sekolah Rakyat di Pati Terpenuhi

Diva menyebut, sebelumnya temuan itu juga berhasil mendapatkan juara dalam Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) tahun 2025. Berkat keberhasilan itu, dia mendapat rekomendasi untuk bersaing dalam International Greenwich Olympiad.

“Awalnya inovasi itu berawal dari keresahan akibat tingginya angka kecelakaan yang diakibatkan micro sleep. Atau rasa kantuk yang terjadi dalam waktu yang tiba-tiba. Akhirnya kami mencoba membuat alat pendeteksi dan pencegah rasa kantuk ini,” ucapnya.

Diva menjelaskan, alat akan dipasangkan di pergelangan dan dua jari sopir. Nantinya alat tersebut akan memonitor denyut jantung, saturasi oksigen, resistasi kulit dan konduktansi kulit. Saat dua dari empat indikator terpantau di bawah standar, maka alat yang dinamakan X-Antuk Smartband itu akan memberikan peringatan lewat getaran dan suara keras. Sehingga diharapkan sopir bisa segera waspada dan dapat berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Alat ini juga akan mengirimkan notifikasi ke smartphone pengendara jika terindikasi sopir mengantuk,” imbuhnya.

Baca juga: Bupati Blora Usulkan Penambahan Kuota SMA SMK Negeri dan SLB

Ketua Divisi Sains SMA PGRI 2 Kayen, Muhammad Rouf menyebut butuh waktu setahun dalam project tersebut. Sebelumnya mereka menggali permasalahan di sekitar masyarakat. Permasalahan itu kemudian kami cari referensi dan literatur untuk menjadi bahan dalam sains yang diteliti.

“Meski dengan keterbatasan alat, namun kami bersyukur temuan X-Antuk itu bisa meraih prestasi di tingkat internasional,” lanjut Rauf.

Sementara itu, Kepala SMA PGRI 2 Kayen Fitri Maria Ulfah bersyukur atas keberhasilan siswanya meraih medali di ajang internasional. Pihaknya kini berencana untuk dapat mematenkan produk tersebut. Selain itu dia berharap agar temuan itu bisa diproduksi secara massal lantaran memiliki nilai manfaat yang besar terutama bagi para pengendara.

“SMA PGRI 2 Kayen memang memiliki perhatian besar terhadap dunia sains. Saat ini telah berhasil meraih 17 prestasi tingkat internasional. Sementara dua tahun terakhir ini sudah delapan kali medali internasional yang kami raih,” imbuhnya.

Dia menyebut, SMA PGRI 2 Kayen memiliki brand SMA Sains and Vocation. Pihaknya selalu berupaya agar selalu meraih prestasi internasional di bidang sains terapan atau murni. (LK2)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: SMA PGRI 2 Kayen
Previous Post

Dinkes Pati Angkat Suara Soal Penggantian Obat ARV Bikin ODHA Mual hingga Gatal-Gatal

Next Post

Sudewo Akan Sulap Pasar Yaik jadi Seperti Bundaran HI pada 2026

Redaksi

Redaksi

Next Post
Sudewo Akan Sulap Pasar Yaik jadi Seperti Bundaran HI pada 2026

Sudewo Akan Sulap Pasar Yaik jadi Seperti Bundaran HI pada 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Sempat Ngeluh Meriang, ​Peziarah Sunan Muria Asal Tasikmalaya Meninggal di Penginapan

Sempat Ngeluh Meriang, ​Peziarah Sunan Muria Asal Tasikmalaya Meninggal di Penginapan

Agustus 15, 2026
Perjuangkan Lahan 174 Ha, 15 Warga Karangsari Pati Justru Dipolisikan

Perjuangkan Lahan 174 Ha, 15 Warga Karangsari Pati Justru Dipolisikan

Agustus 15, 2026
​IJTI Sampaikan Duka Gempa Sikka NTT, Imbau Jurnalis Hindari Eksploitasi Korban

​IJTI Sampaikan Duka Gempa Sikka NTT, Imbau Jurnalis Hindari Eksploitasi Korban

Agustus 15, 2026
Miris, Puluhan Ton Limbah Tapioka-Sampah Penuhi Pantai Bulumanis Kidul Pati

Cemari Sungai hingga Pantai, DLH Pati Akan Cek IPAL Industri Tapioka

Agustus 15, 2026

Recent News

Sempat Ngeluh Meriang, ​Peziarah Sunan Muria Asal Tasikmalaya Meninggal di Penginapan

Sempat Ngeluh Meriang, ​Peziarah Sunan Muria Asal Tasikmalaya Meninggal di Penginapan

Agustus 15, 2026
Perjuangkan Lahan 174 Ha, 15 Warga Karangsari Pati Justru Dipolisikan

Perjuangkan Lahan 174 Ha, 15 Warga Karangsari Pati Justru Dipolisikan

Agustus 15, 2026
​IJTI Sampaikan Duka Gempa Sikka NTT, Imbau Jurnalis Hindari Eksploitasi Korban

​IJTI Sampaikan Duka Gempa Sikka NTT, Imbau Jurnalis Hindari Eksploitasi Korban

Agustus 15, 2026
Miris, Puluhan Ton Limbah Tapioka-Sampah Penuhi Pantai Bulumanis Kidul Pati

Cemari Sungai hingga Pantai, DLH Pati Akan Cek IPAL Industri Tapioka

Agustus 15, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com