LINIKATA.COM, PATI – Aksi tendangan ala jurus kungfu yang dilakukan pemain Universitas Safin Pati FC U-17 berinisial S berbuah sanksi berat dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah. S resmi dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama lima tahun serta denda sebesar Rp5 juta.
Keputusan tegas tersebut tertuang dalam Surat Putusan Panitia Disiplin PSSI Jawa Tengah Nomor: 01/PD-Soeratin JTG/PSSIJTG/VII/2026 yang diterbitkan pada Selasa (28/7/2026). Sanksi dijatuhkan atas tingkah laku buruk sang pemain dalam pertandingan Piala Soeratin U-17 saat melawan BJL 2000, Senin (27/7/2026).
Dalam salinan surat keputusan tersebut, panitia disiplin menegaskan bahwa S dilarang ikut serta dan terlibat dalam seluruh kegiatan sepak bola di bawah naungan PSSI selama kurun waktu lima tahun.
Baca juga: Viral Tendangan Kung Fu Warnai Piala Soeratin di Pati, Korban Masuk Rumah Sakit
PSSI Jateng juga memperingatkan bahwa pengulangan pelanggaran serupa di kemudian hari akan berimbas pada sanksi yang jauh lebih berat.
Selain itu, merujuk Pasal 117 Kode Disiplin PSSI 2025, S tidak dapat mengajukan banding atas putusan tersebut.
CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin, membenarkan adanya sanksi berat yang dijatuhkan kepada pemainnya tersebut. Pihak manajemen menyatakan menerima dan menghormati penuh keputusan Panitia Disiplin PSSI Jawa Tengah.
”Kami menghormati keputusan Panitia Disiplin PSSI Jawa Tengah. Terlepas dari beratnya sanksi yang dijatuhkan, kami berharap kejadian ini menjadi momentum pembelajaran bagi pemain yang bersangkutan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujar Rafi dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Imbas Tendangan Kung Fu di Piala Soeratin, Safin Pati Keluarkan Pelaku
Manajemen berharap hukuman berat ini dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi evaluasi mendalam agar insiden kekerasan di lapangan hijau tidak kembali terulang.
Sebelumnya, Safin Pati juga telah menjatuhkan hukuman dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari sekolah.
”Atas insiden yang terjadi, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berat dengan mengembalikan pembinaan kepada orang tuanya,” tegas manajemen dalam pernyataan resminya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














