LINIKATA.COM, PATI – Luas lahan produksi garam di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diprediksi bakal menembus angka 3.100 hektar pada tahun 2026 ini. Angka tersebut mencatatkan kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan total luasan lahan pada tahun 2025 lalu yang hanya menyentuh 2.800 hektar.
Petugas Pengelola Ekosistem Laut dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Triana Shinta Dewi, menyebutkan bahwa bertambahnya area tambak dipastikan bakal mendongkrak volume hasil panen garam di Bumi Mina Tani. Sebagai perbandingan, luasan lahan 2.800 hektar pada tahun lalu saja mampu menyumbang produksi hingga 211.000 ton garam.
“Tahun 2025, sekitar 2.800-an hektar dengan menghasilkan sekitar 211.000 ton garam,” kata Triana, Kamis (16/7/2026).
Baca juga: Pati Punya Pabrik Garam Industri, Bisa Jadi Solusi Tak Lagi Impor
Dipicu Faktor Godzilla El Nino
Triana menjelaskan, perluasan area produksi garam tahun ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan jauh lebih kering, berbanding terbalik dengan karakteristik kemarau tahun 2025 yang cenderung basah dan hanya menyisakan cuaca kering efektif selama tiga bulan.
“Karena tahun ini diperkirakan musim panasnya lebih kering dibanding tahun lalu (tahun lalu musim panas basah, yang benar-benar kering hanya sekitar 3 bulan). Kalau dari prediksinya, ada Godzilla El Nino (tahun ini),” jelas dia.
Baca juga: Tembus 453 Ribu Orang, Warga Pati Antusias Cek Kesehatan Gratis
Empat Kecamatan Mulai Produksi Massal
Berdasarkan data pemetaan DKP Pati, aktivitas pemadatan dan pengisian air tua di tambak garam sudah mulai berjalan sejak akhir Juni lalu. Seluruh kegiatan produksi ini terpusat di empat wilayah kecamatan yang selama ini dikenal sebagai pilar utama sentra garam di Kabupaten Pati.
“Empat kecamatan potensi mas, Batangan, Juwana, Wedarijaksa, Trangkil,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















