LINIKATA.COM, PATI – Layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati hingga kini belum bisa melayani pasien BPJS Kesehatan. Masalah belum turunnya persetujuan atau izin kerja sama dari pihak BPJS menjadi kendala utama layanan medis ini belum bisa diakses secara gratis oleh masyarakat.
Plt Direktur RSUD Soewondo Pati, Ahmad Husin, menyatakan bahwa secara fasilitas dan fungsi, ruang Cathlab sebenarnya sudah aman dan siap digunakan sepenuhnya untuk pelayanan medis.
“Untuk Cathlab insyaAllah sudah aman, insyaAllah nanti sudah koordinasi dengan Pak Plt Bupati, Bapak Kajari sama Bapak DPRD,” kata Ahmad Husin.
Baca juga: Warga Keluhkan Tempat Charge hingga Parkir, DPRD Pati Sidak RSUD Soewondo
Husin mencatat, sejauh ini RSUD Soewondo Pati sudah menangani sebanyak 9 pasien yang mendapatkan tindakan di ruang Cathlab. Namun, seluruh pasien tersebut masuk dalam status non-BPJS atau menggunakan asuransi umum lainnya karena terganjal proses administrasi jaminan kesehatan nasional yang belum rampung.
“Kemarin itu sudah ada 9 pasien, tapi bukan BPJS karena BPJS Belum ACC, kita asuransi sudah dilakukan,” terang dia.
DPRD Desak Percepatan Izin ke Jakarta
Menanggapi kendala tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan bahwa pihak legislatif bersama jajaran eksekutif menaruh perhatian serius terhadap pemanfaatan fasilitas kesehatan ini agar segera dirasakan masyarakat luas. Koordinasi lintas sektor terus dimatangkan untuk mencari jalan keluar.
“Cathlab sudah kita bahas tadi juga, kemarin sudah menjadi perhatian Pak Plt Bupati sama pak Kajari, kami juga ada perhatian ke sana,” ujar Teguh.
Baca juga:
Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan, dalam waktu dekat Plt Direktur RSUD Soewondo Pati dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk mengurus percepatan izin operasional Cathlab khusus pasien jaminan sosial tersebut. Targetnya, koordinasi langsung ke Kementerian Kesehatan maupun Komisi IX DPR RI ini bisa membuahkan hasil dalam beberapa bulan ke depan.
“InsyaAllah kata Pak Direktur tadi beliau akan koordinasi ke Jakarta semoga Oktober atau September ini ada izin, dan beliau akan ngejar sendiri, beliau sendiri akan ke Jakarta ke Kementerian maupun Komisi IX,” pungkas Teguh.
Editor: Ahmad Muhlisin















