LINIKATA.COM, PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) mengusung tema “Sungai Waras, Masyarakat Waras” dalam Festival Kali Juwana ke-7 akhir Juli mendatang. Konsep ini diangkat sebagai bentuk kritik sekaligus ajakan kesadaran moral karena kondisi daerah aliran sungai (DAS) Juwana saat ini masih kerap dijadikan tempat pembuangan sampah akhir oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti memaparkan, kalender kegiatan Festival Kali Juwana ke-7 dijadwalkan berlangsung maraton hampir satu bulan penuh, mulai dari tanggal 27 Juli hingga puncaknya pada upacara Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026. Aksi nyata yang diusung meliputi aksi bersih-bersih sungai, pameran lingkungan, diskusi tata kelola air, hingga berbagai perlombaan edukatif.
Agenda festival akan disebar di empat titik lokasi, dengan prosesi seremonial pembukaan dipusatkan di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana.
“Salah satu program unggulan kami adalah BioTilik Challenge. Lomba ini bertujuan mengedukasi masyarakat dan kelompok pelajar cara mendeteksi kualitas baku air secara sederhana, yakni melalui pengamatan langsung terhadap indikator biota air dan mikrobiologi di lokasi. Selain itu ada lomba poster lingkungan hidup dan Rembug Sungai Juwana,” urai Ari di Pendapa Pati, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Harga Solar Meroket, Ribuan Nelayan Pati Terpaksa Berhenti Melaut
Diusia 17 Tahun, Jampisawan Desak Komitmen Pemerintah
Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa momentum kolaborasi tahun ini menjadi tonggak sejarah baru setelah sebelumnya festival selalu digulirkan secara swadaya mandiri oleh komunitas. Di usia pergerakan Jampisawan yang menginjak 17 tahun, ia mendesak pemerintah untuk mengambil alih tanggung jawab utama pemulihan ekosistem sungai.
Menurutnya, kelestarian Sungai Juwana merupakan kewajiban konstitusional negara, baik jajaran pemda maupun pemerintah pusat, bukan lagi sekadar beban moral kelompok relawan lokal.
“Harapan kami, tata kelola sungai ini diambil alih secara penuh oleh pemerintah untuk dikelola secara baik dan berkelanjutan. Jika pemerintah merasa kekurangan energi atau personel di lapangan, kami dari Jampisawan siap memosisikan diri sebagai mitra strategis pengawas garis depan,” tegasnya.
Baca juga: Imbas Bendung Karet Sungai Juwana, Nelayan Disebut Susah Melaut sampai Sedimentasi Parah
Plt Bupati Wacanakan Masuk Agenda Hari Jadi Pati
Merespons inisiatif tersebut, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan data riset riil yang selama ini konsisten diproduksi oleh kader Jampisawan. Risma menilai, edukasi kualitas air sangat vital bagi keberlangsungan hajat hidup harian warga Pati.
Sebagai bentuk dukungan konkret dari pihak eksekutif, Pemkab Pati berencana mengintegrasikan jadwal Festival Kali Juwana ini ke dalam kalender perayaan resmi daerah di masa mendatang.
“Ini sebuah gerakan yang sangat positif. Berkat survei ilmiah dari teman-teman Jampisawan, masyarakat Pati bisa lebih melek terhadap kualitas air di lingkungan mereka. Untuk itu, ke depan agenda festival ini akan kita kolaborasikan dan formulasikan bersama agar bisa masuk ke dalam rangkaian acara resmi Hari Jadi Kabupaten Pati,” tandas Risma. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















