LINIKATA.COM, PATI – Nasib sekitar 1.200 karyawan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk Pati hingga kini masih terkatung-katung. Pihak manajemen perusahaan belum memberikan keputusan resmi terkait kelanjutan status kerja seribuan buruh pasca-musibah kebakaran hebat pada Sabtu (6/6/2026) lalu.
Langkah mitigasi ketenagakerjaan sejauh ini masih mandek lantaran jajaran direksi belum menentukan kebijakan final akibat dampak kerusakan materiil yang masif di pabrik pengolahan ikan tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah membuka jalinan komunikasi dengan manajemen perusahaan. Kendati demikian, otoritas daerah belum menerima kepastian skema penanganan pekerja.
“Nasib karyawan ada beberapa masalah. Apakah nanti di-PHK beneran, dirumahkan, atau diapakan, serta bagaimana pemenuhan hak-haknya, kami juga belum tahu secara pasti,” ungkap Bambang Agus Yunianto saat ditemui di kantornya, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Pabrik Dua Putra Pati Terbakar Hebat, Belasan Damkar Diterjunkan
Status Kontrak Buruh Belum Terdata Rinci
Bambang Agus Yunianto membeberkeran, dari total 1.200 pekerja yang menggantungkan hidup di pabrik padat karya tersebut, Disnaker Pati belum mengantongi rincian data riil mengenai pembagian status ikatan kerja para karyawan.
Pihaknya masih menunggu verifikasi berkas internal dari manajemen terkait jumlah pekerja tetap, pemegang kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), tenaga alih daya (outsourcing), hingga peserta magang kerja.
“Kita belum jelas yang tetap berapa, PKWT berapa, outsourcing berapa, atau magang berapa. Sampai saat ini belum ada keputusan tertulis mengenai nasib mereka,” tambahnya.
Kondisi ini kian pelik mengingat mayoritas tenaga kerja di perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Pati-Juwana tersebut didominasi oleh warga lokal Kabupaten Pati. Meski demikian, terdapat pula puluhan pekerja magang usia produktif yang didatangkan dari luar provinsi, seperti wilayah Pasuruan, Jawa Timur.
Baca juga: Setelah 10 Jam Mencekam, Kebakaran Hebat Pabrik Dua Putra Pari Akhirnya Padam
Gedung Produksi Hangus 70 Persen
Berdasarkan taksiran kerusakan dari otoritas terkait, amukan si jago merah menghanguskan sekitar 70 persen area utama pabrik di jalur lingkar tersebut. Sedikitnya ada 4 klaster bangunan vital yang luluh lantak, di mana titik api terbesar mengonsentrasi seluruh fasilitas gedung produksi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden memilukan tersebut. Hal ini lantaran kobaran api pertama kali muncul saat operasional pabrik belum dimulai dan para pekerja belum memasuki area shift kerja.
Hingga berita ini diturunkan, Disnaker Pati menegaskan akan terus mengawal proses mediasi guna memastikan pemenuhan hak normatif ribuan buruh tersebut tidak terabaikan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















