LINIKATA.COM, PATI – Generasi muda Kabupaten Pati sukses menciptakan sederet terobosan teknologi canggih berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Berbagai penemuan kreatif ini berhasil mengantarkan tiga perwakilan Bumi Mina Tani melenggang masuk ke babak 20 finalis ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.
Capaian membanggakan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menyerahkan penghargaan Krenova Pati Innovation Award 2026 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati, Kamis (11/6/2026).
“Hari ini kami memberikan penghargaan kreativitas dan inovasi di Kabupaten Pati. Ternyata dari 20 finalis ajang serupa di Provinsi Jawa Tengah, tiga finalis berasal dari Kabupaten Pati. Ini membuktikan kreativitas anak-anak Kabupaten Pati sangat bagus sekali,” ujar Risma Ardhi Chandra.
Baca juga: Ciptakan Teknologi Pantau Siswa Real Time, Siswa MA Salafiyah Pati Raih Emas Internasional
Alat Terapi Pasca-Stroke Berbasis IoT Sabet Juara I
Inovasi yang berhasil keluar sebagai Juara I Krenova Kabupaten Pati tahun 2026 diraih oleh Farhan Nafsi Zein Abadan dan Surya L. Ganang Syahputra. Dua inovator muda ini menciptakan alat kesehatan bernama SWOR 2.0 (Shoulder Wheel for Optimal Rehabilitation). Penemuan tersebut merupakan alat bantu rehabilitasi pasien pasca-stroke yang terintegrasi dengan sistem IoT dan kini bahkan sudah mulai diuji coba di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Juara II disabet oleh tim Muhammad Ridwan Arsyad, Sabrina Nazilatur Rohmah, dan Isyarotuz Zakiyyah. Mereka merancang aplikasi pendidikan pintar lewat inovasi bertajuk “Implementasi IoT dan Artificial Intelligence dalam Mewujudkan Kelas Adaptif Berbasis Monitoring Fisiologis dan Lingkungan”.
Teknologi kelas adaptif ini sangat memikat perhatian karena mampu memantau aktivitas belajar, tingkat konsentrasi siswa, hingga perkembangan nilai secara langsung.
“Aplikasi tersebut sangat menarik karena orang tua tidak perlu menunggu akhir semester untuk mengetahui perkembangan anaknya. Ke depan tentu akan kami kembangkan untuk mendukung pembelajaran di SD dan SMP di Kabupaten Pati,” ungkap Plt Bupati Pati.
Baca juga: Alat Pendeteksi Sumber Air Ciptaan Siswa SMPN 1 Kayen Menangi Ajang Internasional
Pendeteksi Mata Air Hingga Alat Ukur Otomotif
Potensi kreativitas anak muda Pati terbukti sangat luas dan tidak hanya berfokus pada satu sektor. Pada posisi Juara III, tim Ahmad Hafid Abdullah, Rojaa Maysa Rohmah, dan Suryaning Wahyu Jati berhasil menciptakan “V-Block Presisi”, sebuah alat ukur industri otomotif dengan sistem geser berbantalan minim gesekan (low-friction).
Tak kalah memukau, pada kategori Harapan I muncul inovasi alat pendeteksi sumber mata air tanah berbasis IoT hasil karya Nyamat, Kaira Selvidia Ashabira, dan Dwi Rafani yang dinilai menjadi solusi nyata untuk mengatasi problem lingkungan daerah.
Melihat besarnya potensi penemuan para anak muda ini, Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen untuk terus memperluas ruang berkembang bagi para inovator lokal melalui dukungan anggaran bersama legislatif.
“Kami berharap dengan dukungan Komisi C DPRD Kabupaten Pati, kegiatan seperti ini nantinya bisa dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan nominal penghargaan yang lebih meningkat. Kami membutuhkan anak-anak berprestasi ini untuk ikut berpartisipasi membangun Kabupaten Pati,” pungkas Risma Ardhi Chandra.
Editor: Ahmad Muhlisin















