LINIKATA.COM, REMBANG – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang terus mematangkan persiapan penerimaan peserta didik baru melalui sosialisasi aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online. Salah satu upayanya adalah mengumpulkan jajaran pengawas jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Rembang untuk mendalami sistem yang akan menjadi standar baru pendaftaran sekolah tersebut, Senin (25/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya digitalisasi pendidikan di Kabupaten Rembang guna menciptakan proses penerimaan siswa yang transparan dan akuntabel. Keterlibatan pengawas SD dinilai sangat vital karena mereka merupakan garda terdepan yang melakukan pendampingan langsung di lapangan.
Baca juga: Transparansi Pendidikan, Pemkab Rembang Terapkan SPMB Online 2026
Fokus Pendampingan dan Alur Sistem
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai aplikasi SPMB Online kepada para pengawas. Sistem baru ini mencakup tiga tahapan krusial yang harus dipahami secara mendalam, yaitu:
- Pra-SPMB: Persiapan data dan pemenuhan persyaratan dokumen.
- Pelaksanaan SPMB: Proses pendaftaran dan seleksi yang berjalan secara real-time.
- Pasca-SPMB: Tahap verifikasi akhir dan proses daftar ulang siswa.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Solchan. Sesi inti kemudian dilanjutkan dengan paparan teknis oleh Ngadiyono selaku PIC SPMB yang menjelaskan detail alur aplikasi agar para pengawas memiliki bekal yang cukup saat menghadapi kendala teknis di sekolah binaan mereka.
Setelah paparan, antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai dinamika lapangan yang sering ditemui saat kunjungan ke sekolah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena untuk menambah pengetahuan para pengawas SD tentang SPMB online saat mendampingi sekolah,” papar Sudadi, salah satu pengawas SD asal Kecamatan Pamotan.
Baca juga: Matangkan Persiapan SPMB Online, Dindikpora Gelar Sosialisasi dan Try Out
Gelar Masa Simulasi hingga Buka Posko Bantuan
Mengingat sistem pendaftaran berbasis digital ini merupakan yang pertama kali diterapkan secara menyeluruh untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Rembang, Dindikpora telah menjadwalkan agenda khusus berupa masa simulasi.
Masa simulasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 21 Mei hingga 5 Juni 2026 mendatang. Peserta simulasi sengaja melibatkan para guru atau admin sekolah untuk memastikan operator di tiap satuan pendidikan mahir mengoperasikan sistem sebelum masa pendaftaran resmi dibuka untuk umum.
Ngadiyono menjelaskan, selain kesiapan sistem, Dindikpora juga mengantisipasi adanya kendala yang mungkin dihadapi oleh masyarakat atau orang tua murid yang belum melek teknologi dalam melakukan pendaftaran mandiri.
“Kami sudah mengimbau sekolah-sekolah tujuan untuk membuka Posko Pendaftaran. Jika ada calon murid atau orang tua yang kesulitan melakukan pendaftaran, mereka bisa langsung datang ke sekolah untuk dibantu,” ujar Ngadiyono.
Dengan adanya sosialisasi dan simulasi yang intensif ini, diharapkan transisi menuju sistem digital di dunia pendidikan Kabupaten Rembang dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti bagi masyarakat luas. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin















