LINIKATA.COM, KUDUS – Peristiwa tragis melanda warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (18/5/2026) dini hari. Sebuah kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah tinggal pada permukiman padat penduduk di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati. Tragisnya, dua penghuni rumah yang merupakan ibu dan anak tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan meninggal dunia setelah api berhasil dipadamkan.
Dalam video amatir yang beredar di media sosial, terlihat kobaran api membubung tinggi dan dengan cepat meluluhlantakkan bangunan rumah sekira pukul 01.00 WIB. Menyadari kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk, warga sekitar langsung berjibaku memadamkan si jago merah dengan alat seadanya. Mereka bergerak cepat agar api tidak menjalar ke bangunan lain yang saling berdekatan, sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Api baru bisa dijinakkan total sekira dua jam kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Setelah situasi dinyatakan aman, petugas langsung mengevakuasi kedua jasad korban yang ditemukan di antara puing-puing bangunan.
Baca juga: Tragis! Rumah di Getaspejaten Kudus Terbakar, 2 Lansia Meninggal
Aksi saling bantu warga ini bermula dari kecurigaan salah seorang tetangga korban bernama Asri. Ia mengaku terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara mencurigakan dari arah luar rumah. Di mana api pertama diketahui sudah membesar dan atap pun berjatuhan.
“Peristiwanya saya kurang tahu pasti karena posisi sedang tidur. Sekitar jam satu dini hari, anak-anak yang biasanya nongkrong kebetulan sudah pada tidur semua. Tiba-tiba saya dengar suara glodak-glodak (gemuruh). Pas saya bangun, ternyata api sudah membulat besar dan genteng-genteng sudah pada berjatuhan,” ujar Asri saat memberikan kesaksian.
Sontak, Asri langsung berlari keluar sambil berteriak membangunkan tetangga sekitar untuk melakukan evakuasi mandiri. Sayangnya, dua penghuni di dalam rumah tersebut tidak tertolong. “Meninggal semua, dua orang ibu dan anak. Pak Jono sama Mbah Niti,” tambahnya.
Kondisi Korban Memiliki Keterbatasan Fisik
Camat Jati, Muchammad Zaenuddin, membenarkan insiden memilukan yang menimpa warganya tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah yang terbakar memang dihuni oleh dua orang lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan fisik.
“Rumah tinggal ini ditempati oleh dua orang, yaitu Pak Jono (69) dan ibunya, Mbah Niti (83). Kebetulan Mbah Niti ini sedang sakit stroke, jadi tidak bisa ke mana-mana dan hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur,” jelas Zaenuddin.
Baca juga: Polres Kudus Tangkap Maling Motor dan Penadah, Sudah 6 Kali Beraksi
Praduga Awal Pemicu Kobaran Api
Mengenai penyebab kebakaran, pihak pemerintah kecamatan menduga api dipicu oleh bahan mudah terbakar yang ada di dalam rumah, mengingat pekerjaan salah satu korban.
“Kalau Pak Jono sehari-harinya bekerja memilah kertas. Jadi disinyalir ini masih praduga awal kemungkinan kalau tidak dari api obat nyamuk, ya dari puntung rokok. Karena keseharian Pak Jono memilah kertas, material di dalam rumah menjadi sangat mudah terbakar,” imbuhnya.
Saat ini, kedua jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka putra korban yang terletak tak jauh dari lokasi kebakaran untuk segera dimakamkan. Kasus kebakaran maut yang merenggut nyawa ibu dan anak ini kini masih ditangani dan didalami oleh pihak Polres Kudus guna mengetahui penyebab pasti munculnya api.
Atas kejadian ini, pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah. Warga diminta untuk memastikan puntung rokok telah padam sepenuhnya sebelum dibuang, serta berhati-hati dalam penggunaan obat nyamuk bakar maupun instalasi listrik, terutama di hunian yang padat penduduk atau menyimpan material yang mudah terbakar. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin













