LINIKATA.COM, PATI – Populasi hewan ternak di Kabupaten Pati mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang sempat melanda beberapa tahun belakangan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah populasi hewan ternak di Bumi Mina Tani hanya berkisar di angka puluhan ribu ekor, jauh menurun dibanding kondisi normal sebelum wabah menyerang.
“Kalau yang normal-normal dulu sebelum PMK 100 ribuan, 2020-2019, sekarang kita 60 ribuan,” katanya.
Baca juga: Wajib Tahu! Ini Tips dari Dispertan Pati Cara Pilih Hewan Kurban Sehat
Peternak Masih Trauma Memelihara Ternak
Andi Hirawadi menyebut munculnya wabah PMK beberapa tahun lalu menyisakan dampak berkepanjangan bagi ekosistem peternakan lokal. Banyak ternak warga yang mati atau terpaksa dijual dengan harga murah, sehingga memicu trauma mendalam bagi para peternak untuk kembali memulai usahanya.
“Penyebabnya banyak masyarakat enggak berani memelihara kasus sebelumnya (PMK). Karena nilai ekonomis turun sebelumnya. Meskipun kita edukasi mereka masih trauma,” ucapnya.
Keengganan masyarakat untuk memelihara ternak kembali secara massal inilah yang menjadi faktor utama pertumbuhan populasi sapi maupun hewan memamah biak lainnya di Pati menjadi melambat.
Baca juga: Banyak Dicari! Ini Dua Jenis Sapi yang Paling Diburu di Pati Jelang Iduladha
Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Dipastikan Aman
Meski grafik populasi ternak mengalami penurunan yang cukup signifikan, Dispertan Pati memastikan ketersediaan pasokan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha 2026 masih sangat mencukupi. Bahkan, Kabupaten Pati dinilai masih surplus sehingga tetap mampu memasok kebutuhan hewan kurban ke luar wilayah.
Berdasarkan data pemetaan dinas, kebutuhan hewan kurban di Pati pada tahun ini diproyeksikan mencapai ribuan ekor. Rinciannya meliputi kebutuhan sapi sebanyak 2.000 ekor, kambing 6.500 ekor, dan domba sebanyak 500 ekor.
“Tapi untuk kebutuhan hewan kurban masih cukup. Kita juga mengirim sapi ke luar daerah juga, Jabodetabek,” pungkas Andi. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














