LINIKATA.COM, REMBANG – Ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk mewujudkan Rembang Smart City 2026 kini tengah diterpa kabar miring. Aplikasi Rembang Gemilang Mobile yang digadang-gadang menjadi pusat layanan publik digital, justru dilaporkan mangkrak di tengah jalan dan tidak dapat diakses secara optimal oleh masyarakat.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Rembang, Budiyono mengatakan, mandeknya aplikasi ini disebabkan oleh minimnya dukungan anggaran dan kebijakan politik anggaran di daerah yang tidak menjadikan program ini sebagai prioritas utama.
“Dukungan anggaran maupun program memang bukan sesuatu yang menjadi prioritas. Sehingga posisinya teman-teman (di Dinkominfo) mengakui tidak ada pergerakan yang sesuai harapan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Aplikasi Rembang Gemilang Jadi ‘Pajangan’ di Play Store, Warga: Gak Ada Manfaatnya!
Selain kendala finansial, Budiyono mengungkapkan adanya loss komunikasi atau koordinasi yang terputus antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mengingat Rembang Gemilang Mobile merupakan aplikasi integrator, fungsinya sangat bergantung pada keaktifan aplikasi milik OPD lain yang ditempelkan di dalamnya.
“Terjadi loss komunikasi. Aplikasi-aplikasi yang sudah kita tanam di sini, kami bahkan tidak tahu apakah di OPD pemilik otoritasnya masih ter-update atau tidak. Ini menjadi bahan evaluasi saya di tahun pertama untuk membongkar kembali kegiatan yang dulu menjadi jargon kita tapi bisa dikatakan stuck (macet),” ujarnya.
Saat dikonfirmasi mengenai kejelasan anggaran dan status proyek yang mangkrak ini, Budiyono tidak memberikan jawaban pasti. Ia membeberkan proyek tersebut pada masa lalu dikerjakan oleh pihak ketiga dan ia juga berdalih lupa terkait nominal angka yang digelontorkan untuk aplikasi tersebut.
“Saya lupa angkanya. Yang jelas, kalau kita sebut ini sebuah program atau kegiatan, itu dulu dibangun oleh pihak ketiga. Kami minta waktu untuk mencari lagi dokumen atau apa itu dokumen kontraknya atau perjanjiannya, termasuk rangka acuan kerjanya seperti apa. Saya lupa angka tepatnya,” pungkasnya.
Diketahui, aplikasi Rembang Gemilang Mobile diluncurkan oleh Pemkab Rembang pada tahun 2022. Aplikasi yang semula digadang-gadang sebagai pilar utama untuk mewujudkan visi Rembang Smart City 2026 tersebut, saat ini justru tidak dapat diakses dan dikeluhkan oleh masyarakat.
Baca juga: Mengenal ‘Manis Manja’, Inovasi Puskesmas Sarang 2 yang Juara di Rembang Innovation Award
Awalnya, aplikasi ini dirancang sebagai sarana integrasi bagi masyarakat untuk mengakses berbagai pelayanan publik serta mendapatkan informasi terkini di Kabupaten Rembang. Namun, memasuki tahun 2026, aplikasi yang tersedia di Google Play Store tersebut dinilai tidak berfungsi.
Selain itu, anggaran pengembangan aplikasi ini ternyata melebur (terkonsolidasi) ke dalam total pagu belanja program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang.
Hal ini membuat transparansi nilai proyek aplikasi tersebut menjadi bias dan sulit diawasi langsung oleh masyarakat. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin












