LINIKATA.COM, KUDUS – Momentum menuju ajang lari lintas alam bergengsi, Muria Trail Run (MTR) 2026, resmi dimulai. Ratusan pencinta olahraga lari memadati halaman Museum Jenang Kudus pada Minggu pagi (17/5/2026) untuk mengikuti kegiatan pemanasan bertajuk “Road to Muria Trail Run 2026”.
Acara dimulai tepat pukul 06.30 WIB dengan agenda utama Fun Run sejauh 4 kilometer. Selain menyuarakan gaya hidup sehat dan kampanye cinta lingkungan, ajang ini didorong menjadi pemantik sektor sport tourism guna mendongkrak ekonomi daerah.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sam’ani Intakoris. Mewakili pemerintah, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh pihak yang menginisiasi acara tersebut. Ia menekankan bahwa event berbasis olahraga dan wisata seperti ini membawa dampak domino yang luas bagi masyarakat.
Baca juga: NPCI Pati Siapkan 50 Atlet Disabilitas untuk Berlaga di Peparprov Jateng 2026
“Event ini bukan hanya menjadi ajang olahraga atau kegiatan cinta lingkungan semata, namun juga berdampak positif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah otomatis mendorong tingkat hunian hotel, homestay, hingga meningkatkan transaksi pelaku UMKM dan pasar lokal,” ujar Sam’ani.
Edukasi Bersama Pelari Nasional dan Simulasi Medis IDI
Tidak sekadar lari santai, panitia juga membekali peserta dengan rangkaian acara edukatif. Di antaranya adalah sesi workshop bersama pelari trail nasional, Arief Wismoyono dan Uki Wardoyo, serta simulasi Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar yang dipandu oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus sebagai bekal penanganan darurat di jalur lari.
Penyelenggaraan acara pemanasan ini bertepatan dengan momen istimewa, yakni peringatan HUT ke-9 Museum Jenang dan Gusjigang Mubarokfood. CEO Mubarokfood Kudus, Muhammad Hilmi, mengaku bersyukur atas kolaborasi strategis yang terjalin.
“Alhamdulillah, rangkaian ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga lari di Kudus. Harapannya, kegiatan trail run nanti tidak hanya memicu semangat hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana tadabur alam mengajak masyarakat menikmati sekaligus mensyukuri keindahan alam Gunung Muria,” tutur Hilmi.
Baca juga: Jelang Iduladha, Peternak Kambing di Pedawang Kudus Mulai Diserbu Pembeli
Targetkan Inklusivitas dan Jaring Atlet Lari Potensial
Sementara itu, perwakilan panitia penyelenggara, Alan Ibnu Senjaya, menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan Muria Trail Run. Baginya, tingginya animo masyarakat dalam sesi Road to MTR ini menjadi modal bagus sebelum race utama digelar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengampanyekan lari sebagai gaya hidup yang inklusif. Di sisi lain, kami berharap tingginya antusiasme ini kelak bisa melahirkan atlet-atlet lari potensial dari Kudus yang mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Alan.
Rangkaian besar Muria Trail Run 2026 sendiri dijadwalkan mencapai puncaknya pada 1–2 Agustus 2026 mendatang, dengan mengambil lokasi di Balai Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














