LINIKATA.COM, PATI – Permintaan sarung batik Rahatu untuk hampers Lebaran meningkat pesat hingga membuat pengrajinnya kewalahan. Tingginya minat konsumen terhadap produk Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Pati ini tidak hanya datang dari pasar lokal, melainkan telah merambah ke berbagai daerah hingga luar Pulau Jawa.
Owner Rahatu, Sri Puji Astuti, menerangkan, membeludaknya pesanan sarung batik itu sudah ia terima sejak sebelum Ramadan. Pemesan yang datang pun beragam, mulai dari individu, pengusaha, hingga perusahaan.
“Alhamdulillah pesanan sarung sangat banyak sekali. Sudah ada 500 lebih. Kebanyakan dari perusahaan untuk diberikan kepada karyawannya,” beber dia di toko yang berada di Desa Mojomulyo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Sabtu (14/3/2026).
Baca juga: Kue Bolen Milik ASN Pati Ini Banjir Pesanan Selama Ramadan, Sampai Inden
Tingginya minat ini tak lepas dari kualitas produk Rahatu. Sebagai sister brand Batik Tulis Pesantenan, brand ini menawarkan berbagai motif batik kombinasi tulis dan print. Dengan pilihan warna yang beragam, mulai dari satu warna hingga multi warna, sarung batik Rahatu menawarkan variasi harga yang kompetitif bagi para pencari hantaran Lebaran.
“Untuk yang satu warna dengan ukuran normal harganya Rp 150 ribu. Kalau untuk yang beberapa warna itu harganya sampai Rp 300 ribu,” beber Puji.
Namun, karena proses produksi yang membutuhkan waktu lama, pihaknya tidak bisa menerima semua pesanan. Mengingat, Puji harus mempertahankan kualitas produk agar para kastemernya tidak kecewa.
“Kalau untuk sarung satu warna, produksinya bisa lebih cepat, sekitar seminggu itu bisa membuat 50 sarung,” katanya.
Selain pesanan sarung batik, penjualan Batik Tulis Pesantenan juga meningkat selama Ramadan. Batik yang motif khas kearifan lokal Kabupaten Pati ini jadi pilihan menarik untuk oleh-oleh para pemudik. Motif itu meliputi Asem Kemis, Gapura Gerbang Majapahit, hingga Genuk Kemiri.
Baca juga: Unik, “Ultraman” di Rembang Pasarkan Hampers Lebaran
“Untuk harga batik tulis tergantung pewarnaan, motif hingga bahan yang dipakai. Semakin rumit motif dan bahan yang dipakai, harganya juga semakin mahal, yakni berkisar Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah,” kata Puji.
Salah satu pembeli, Sulis, mengaku sengaja datang untuk membeli sarung dan kain batik sebagai hadiah untuk keluarganya di luar kota. Setiap Ramadan, dirinya memang hampir selalu mendatangi Toko Batik Tulis Pesantenan karena kualitasnya bagus dengan harga cukup terjangkau.
“Saya pilih sarung batik Pesantenan supaya saudara di luar kota tahu ciri khas dari Pati itu apa. Motifnya bagus, warnanya menarik, dan harganya juga masih terjangkau,” ujar Sulis. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













