LINIKATA.COM, PATI – Empat jemaah calon haji asal Kabupaten Pati dipastikan gagal berangkat pada tahun ini karena ada masalah kesehatan. Padahal, mereka sudah melunasi biaya haji.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pati atau Kemenhaj Pati, Rahardian Yunianto memaparkan, jemaah calhaj yang gagal berangkat tahun ini dijadwalkan berangkat pada tahun depan. Namun, jika penyakitnya belum sembuh, maka akan dijadwalkan ulang lagi.
”Lunas tunda sementara empat orang. artinya tunda keberangkatan, ada yang sakit dan sebagainya,” ungkap Rahardian, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: 1.089 Warga Rembang Siap Berhaji Tahun 2026, Jemaah Tertua Berusia 87 Tahun
Sementara jumlah calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada tahun ini sebanyak 1.295 jemaah. Mereka terdiri dari 571 jemaah laki-laki dan 724 jemaah perempuan.
”Sebanyak 1.295 jumlah jemaah haji Pati yang bakal berangkat. Rinciannya, 571 laki-laki dan 724 perempuan. Mutasi masuk (dari luar daerah masuk Pati) 10 orang, mutasi keluar (dari Pati ke luar) 19 orang,” ungkap dia.
Seribuan jemaah haji ini masuk lima kloter, yakni Kloter 49 yang bergabung dengan jemaah haji asal Rembang, Kloter 50, Kloter 51, Kloter 52 dan Kloter 53 yang merupakan gabungan dengan jemaah asal Surakarta.
”Untuk petugas kloter ada empat. Ada dua PHD, satu dari kesehatan dan satu layanan umum. 49, 50, 51, 52 dan 53. Pati masuk gelombang kedua. jadi berangkat dari embarkasi sudah memakai pakaian ihram. Kloter 49 gabung dengan Rembang. kloter 53 gabung dengan kota Surakarta. Mulai Mei 2026 berangkat,” tutur dia.
Pihaknya bakal membekali seribuan calon jemaah haji ini mulai Senin pekan depan. Sebenarnya manasik haji atau pembekalan sudah dibuka pada Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Jemaah Calhaj Pati akan Berangkat ke Tanah Suci Mulai 7 Mei
Namun, manasik secara serentak di kecamatan mulai digelar pekan depan. Sebanyak 16 titik manasik haji disiapkan. Para calon jemaah bakal diberikan pembekalan tentang rukun haji hingga persiapan rukun Islam kelima itu.
”Manasik haji kecamatan akan digelar mulai 9 sampai 12 Februari 2026. Sebanyak 16 titik lokasi kegiatan. Untuk narsum insyaallah kredibilitas tidak diragukan lagi,” pungkas dia. (Lk1)
Editor: Ahmad Muhlisin














