LINIKATA.COM, PATI – Hampir tiga pekan banjir yang melanda Kabupaten Pati belum juga surut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, banjir masih melanda 58 desa di 7 kecamatan.
Kecamatan yang terdampak paling parah adalah Juwana dengan 17 desa terdampak. Kemudian Gabus dengan 13 desa, Jakenan 8 desa, Pati 7 desa, Dukuhseti 5 desa, Kayen 5 desa, dan Sukolilo 3 desa.
Salah satu desa yang terdampak banjir cukup parah adalah Mintobasuki, Kecamatan Gabus. Genangan di wilayah tersebut sulit surut karena berada dekat dengan Sungai Silugonggo. Saat ini, Selasa (27/1/2026), ketinggian banjir masih berkisar 50 centimeter.
Baca juga: Nestapa Warga Karangrowo Pati: Terisolir Banjir, Kades Malah Ditangkap KPK
Sehari-hari, warga terpaksa beraktivitas menggunakan perahu lantaran jalan perkampungan tak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah satu warga Desa Mintobasuki, Kasmin mengatakan, selama ini dirinya hanya bisa mengandalkan bantuan untuk kebutuhan makan sehari-hari. Sedangkan untuk tidur, dia membuat ranggon atau tempat tidur yang ditinggikan.
“Bantuan lancar dari relawan dan pemerintah desa ada. Tidur di rumah, itu tempat tidur diganjal supaya tinggi,” jelasnya.
Meski sekarang sudah mulai surut, tapi dirinya khawatir ketinggian banjir masih bisa bertambah karena intensitas hujan masih tinggi.
Baca juga: Banjir dan Rob Menyatu, Genangan di Tunggulsari Pati Sulit Surut
“Kemarin 1 meter sekarang 50 sentimeter sudah surut lumayan. Kondisi hujan lagi ini khawatir karena biasanya ada banjir susulan lagi,” jelasnya.
Warga lain, Yatemi (57) juga mengaku enggan mengungsi dan lebih memilih membuat ranggon. Ia berharap agar banjir segera surut agar bisa beraktivitas normal dan tidak hanya mengandalkan bantuan.
“Masih tinggi, karena dekat kali ya. Di dalam rumah itu ada yang masih 50 sentimeter, di jalan lebih kalau 50 sentimeter,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin














