LINIKATA.COM, PATI – Banjir yang menggenangi Jalan Pantura Pati-Rembang, Desa Widorokandang, Kecamatan/Kabupaten Pati sejak Minggu (11/1/2026) belum juga surut. Akibatnya, lalu lintas di jalur nasional tersebut macet hingga 3 kilometer.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya titik jalan berlubang yang membuat lalu lintas makin tersendat. Apalagi, ada beberapa lubang tersamarkan genangan yang membuat pengendara banyak terperosok.
Salah satu sopir, Ocong mengatakan, mengungkapkan, dirinya berangkat dari Semarang, Senin (13/1/2026) pukul 17.00 WIB dan baru sampai Pati pada Rabu (14/1/2026) pukul 11.00 WIB atau 18 jam perjalanan. Rencananya, dia akan mengirim barang ke Provinsi Bali.
Baca juga: Belum Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Pati Raya, Ini Alasan Gubernur Jateng
“Berangkat jam lima sore sampai sekarang belum lolos. Terjebak macet di dua titik Kudus dan Pati. Ini di Pati sendiri sudah lebih dari satu jam,” beber dia.
Menurut Sopir truk tronton itu, untuk waktu normal perjalanan dari Semarang ke Pati sekitar tiga jam, dan sampai Bali cuma satu malam. Namun, dengan kondisi banjir ini, dirinya juga sampai tidur di perjalanan.
“Kalau nggak banjir ya cuma satu malam. Ini aja belum ada separuh perjalanan,” katanya.
Ocong pun kini sudah pasrah jika kliennya komplain atas keterlambatan pengiriman barang. Mengingat, kondisi bencana ini tidak terpikirkan sebelumnya.
“Ya komplain sih komplain, cuma ya mereka menyadari,” kata warga Kabupaten Batang itu.
Namun, masalah selanjutnya bagi Ocong adalah ongkos perjalanan yang membengkak, untuk keperluan makan hingga bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: Banjir dan Jalan Rusak, Kemacetan di Jalan Pantura Pati-Rembang Sampai 3 Km
“Wah, kalau ongkos udah nggak bengkak lagi. Minimal untuk makan dan solar,” katanya dengan tertawa getir.
Sopir lain, Supri mengatakan, untuk antrean kendaraan melewati banjir di Pantura Pati sudah lebih dari satu jam. Itu belum menghitung saat melintasi banjir.
“Tadi sudah padat sejak lampu merah (lalu lintas) Perempatan Tanjang sampai pertigaan sini (Widorokandang).
Sedianya, Supri akan mengirim barang dari Jakarta ke Surabaya. Namun, karena terjebak banjir, dirinya pasrah terlambat mengirim barang.
“Terlambat lah, telat. Semarang gak banjir, Kudus banjir, dan Pati ini juga banjir,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














