LINIKATA.COM, PATI – Jumlah korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, terus melonjak. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 424 orang dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menyampaikan perkembangan penanganan kasus darurat medis tersebut berdasarkan pendataan berkala di lapangan.
”Melaporkan data terkini pada Jumat, 11 September 2026 cut off per jam 11.00 WIB. Jumlah korban dugaan kermak MBG SPPG Gembong 1 sebagai berikut, bergejala 424 orang,” ujar Luky Pratugas Narimo.
Dari total ratusan warga yang bergejala tersebut, sebanyak 58 siswa di antaranya harus menjalani perawatan rawat inap intensif di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Kabupaten Pati.
Secara rinci, perawatan inap di RSUD RAA Soewondo menampung 10 siswa, terdiri dari lima siswa SMPN 1 Gembong dan 5 siswa MTsN 3 Pati. Sementara di RS Mitra Bangsa, terdapat 15 siswa rawat inap yang meliputi 9 siswa SMPN 1 Gembong, 3 siswa MTsN 3 Pati, 2 siswa MTs Mambaul Ulum, serta 1 siswa SDN Gembong 03.
Selanjutnya, perawatan di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) mencatat jumlah terbanyak dengan 28 siswa rawat inap. Rinciannya mencakup 10 siswa SMPN 1 Gembong, 9 siswa MTsN 3 Pati, 8 siswa MTs Mambaul Ulum, dan 1 siswa MI Miftahul Huda. Adapun di RS Fastabiq Sehat, terdapat lima pasien yang dirawat, berasal dari MTsN 3 Pati, MTs Mambaul Ulum, serta satu warga dari Posyandu Anggrek 10.
Baca juga: Imbas Dugaan Keracunan MBG, Waka BGN Ancam Tutup SPPG Tak Layak di Rembang
Ratusan Rawat Jalan
Selain pasien rawat inap di rumah sakit, Dinkes Pati juga mencatat sebanyak 322 orang lainnya menjalani penanganan rawat jalan di berbagai posko medis dan puskesmas.
Rincian pasien rawat jalan tersebut meliputi 95 siswa dari SMPN 1 Gembong, 157 siswa MTsN 3 Pati, 11 siswa MTs Mambaul Ulum, 38 siswa SDN Gembong 03, 3 siswa di Puskesmas Gembong, serta 18 orang dari sasaran posyandu.
Baca juga: Tetapkan KLB Keracunan MBG, Plt Bupati Pati Akan Terjun Langsung Evaluasi SPPG
Balita Ikut Terdampak
Di antara ratusan korban yang terdampak paparan menu MBG dari SPPG Gembong 1 tersebut, pihak dinas kesehatan mendapati adanya satu korban anak usia bawah lima tahun (balita) yang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
”Yang rawat inap dari penerima MBG Posyandu anak usia 2 tahun. Sedangkan, yang rawat jalan penerima B3 (Bumil, Busui, Balita),” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















Comments 3