LINIKATA.COM, PATI – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, Chandra menegaskan akan turun langsung mengevaluasi total seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Chandra saat ini memprioritaskan penanganan dampak dugaan keracunan dengan fokus menetapkan status KLB. Dengan status tersebut, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT) karena menyangkut keselamatan korban.
”Kami memang mengutamakan masalah pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya hal-hal seperti ini menyangkut dengan nyawa. Makanya kemarin juga saya putuskan untuk kondisinya adalah KLB [Kejadian Luar Biasa], karena kami utamakan masalah penyelamatan dulu,” tegasnya.
Baca juga: Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Pati, Waka BGN: SPPG Bisa Disuspend Permanen
Chandra yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan MBG Pati itu menegaskan akan terjun langsung mendatangi 172 SPPG untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
”Untuk memastikan semua dapur ini akan melayani dengan aman, makanya kami akan datang sendiri, saya akan datang sendiri sama teman-teman dari Forkopimda untuk memastikan dapur ini layak untuk melayani MBG,” tegasnya.
Hasil dari evaluasi itu nantinya akan ia laporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan status operasional SPPG tersebut. Intinya, pihak pemkab akan terus berkomitmen membenahi fasilitas-fasilitas dapur yang ada di Kabupaten Pati.
”Nanti akan kami rekomendasikan, hasil evaluasi itu akan kami kirimkan ke BGN. Kami hanya bisa merekomendasikan,” katanya.
Baca juga: Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Tambah Jadi 269 Siswa
Diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati hingga pukul 13.00 WIB, tercatat ada 269 siswa dari tiga sekolah yang diduga mengalami keracunan. Mereka berasal dari SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 210 korban menjalani rawat jalan dan 59 korban lainnya harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, RSUD RAA Soewondo Pati merawat 24 korban, RS Mitra Bangsa merawat 13 korban, Keluarga Sehat Hospital (KSH) merawat 20 korban, dan RSI Fastabiq Sehat merawat 2 korban. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














