LINIKATA.COM, PATI – Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, bertambah menjadi 269 siswa, Kamis (10/9/2026). Sampai saat ini, masih ada 59 korban yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati per pukul 13.00 WIB mencatat adanya tambahan 14 korban yang dilarikan ke Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati pada Kamis pagi.
Dengan tambahan tersebut, total ada 269 siswa dari tiga sekolah yang diduga mengalami keracunan. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum. Namun, Dinkes Pati belum memperbarui rincian data terbaru korban dari masing-masing sekolah.
Saat ini, dari total 269 korban tersebut, sebanyak 211 orang menjalani rawat jalan dan 59 orang lainnya menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, RSUD RAA Soewondo Pati merawat 24 korban, RS Mitra Bangsa 13 korban, Keluarga Sehat Hospital (KSH) 20 korban, serta RS Fastabiq Sehat 2 korban.
Baca juga: Buntut Kasus Dugaan Keracunan, SPPG Gembong 1 Pati Ditutup Sementara
Pemkab Pati Tanggung Biaya Pengobatan
Banyaknya siswa yang diduga keracunan ini membuat Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa. Ia juga menilai kejadian tersebut sebagai status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tak terduga karena menyangkut keselamatan korban. Plt. Bupati pun memastikan seluruh penanganan hingga biaya perawatan ratusan korban dari tiga sekolah tersebut ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Pati.
”Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra dalam rilisnya, Kamis (10/9/2026).
Chandra menjelaskan, penanganan kasus dilakukan Pemkab Pati melalui koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan, pihak sekolah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Badan Gizi Nasional (BGN).
”Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Selain penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban serta mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
”Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.
Baca juga: 231 Siswa dari 3 Sekolah di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG
Pihaknya juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk mendatangi langsung rumah-rumah siswa yang masih merasakan keluhan sakit.
”Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” tutur Chandra.
Diketahui, saat ini SPPG Gembong 1 telah ditutup sementara waktu. Pemkab Pati juga telah mengirim sampel makanan ke laboratorium Dinkes Provinsi Jawa Tengah yang hasil ujinya diprediksi keluar dalam satu hingga dua pekan ke depan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













