LINIKATA.COM, PATI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 bakal ditutup sementara. Rencana penghentian operasional ini diambil menyusul insiden ratusan siswa di tiga sekolah yang diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, tercatat ada sebanyak 231 siswa yang diduga keracunan MBG bersumber dari SPPG Gembong 1. Ratusan pelajar tersebut meliputi 127 siswa MTsN 3 Pati, 103 siswa SMPN 1 Gembong, serta 1 siswa dari MTs Mambaul Ulum.
Para korban dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, hingga gangguan pencernaan setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka. Akibatnya, mereka harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes).
Baca juga: 231 Siswa dari 3 Sekolah di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG
Berdasarkan pendataan, sebanyak 92 siswa dirawat di Puskesmas Gembong dengan rincian 6 siswa rawat inap dan 86 siswa rawat jalan. Kemudian, sebanyak 98 siswa menjalani penanganan di IGD RSUD RAA Soewondo, serta 41 siswa dirawat di RS Mitra Bangsa yang mencakup 5 siswa rawat inap dan 36 siswa rawat jalan.
Ketua Satgas MBG Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan sampel menu MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah guna mengetahui akar permasalahan secara laboratoris.
”Sampelnya kita kirim ke dinas kesehatan provinsi. Masalahnya dimana,” terangnya.
Tutup Sementara
Chandra menegaskan, sebagai langkah mitigasi awal dan menghentikan potensi risiko lanjutan, SPPG Gembong 1 akan ditutup sementara waktu. Kebijakan ini berlaku sembari menunggu keluarnya hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirimkan.
”Pasti biasanya ditutup sementara. Mitigasi keracunannya dari makanan apa,” sebutnya.
Baca juga: Inilah Menu MBG yang Diduga Racuni Ratusan Siswa di Gembong Pati
Cek Seluruh SPPG
Tidak hanya menghentikan operasional dapur yang bermasalah, Satgas MBG Kabupaten Pati juga menginstruksikan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh unit SPPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pati. Langkah preventif ini digalakkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
”Satgas akan keliling nanti. Mitigasi supaya masalah-masalah tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













