LINIKATA.COM, PATI – Di balik gagahnya bangunan SMP Negeri 1 Pati saat ini, tersimpan jejak sejarah panjang yang mewarnai dunia pendidikan di Bumi Mina Tani. Menempati bangunan bekas pabrik peninggalan masa lalu, sekolah rintisan era awal kemerdekaan ini sukses menjadi kawah candradimuka yang melahirkan banyak tokoh besar.
Sejarawan Pati, Ragil Haryo, mengungkapkan bahwa tonggak awal cikal bakal SMPN 1 Pati bermula dari SMP Rendole yang didirikan pada masa pendudukan militer Jepang. Memasuki tahun 1947, pusat pendidikan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi SMPN 1 Pati yang ada saat ini.
Menariknya, bangunan yang ditempati tersebut merupakan bekas pabrik yang dihibahkan secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Jejak masa lalu bangunan itu bahkan masih bisa dilacak hingga kini.
“Hal itu terlihat dari tegel yang masih terpasang di mana tertulis ‘Mintek’ dan ‘Bing Twan’ yang diperkirakan merupakan nama usahanya,” terang Ragil.
Perpindahan tersebut menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan setempat. “Hingga akhirnya sekolah itu menjadi tonggak dunia pendidikan di Pati,” imbuh pria yang juga berprofesi sebagai guru sejarah di SMAN 2 Pati tersebut.
Baca juga: Masjid Kajen: Jejak Perjuangan Mbah Mutamakkin dan Sejarah Desa Santri di Pati
Lahirkan Tokoh Nasional
Meski telah puluhan tahun berdiri melintasi berbagai zaman, saksi kejayaan SMPN 1 Pati masih terlihat kokoh hingga kini. Fasad luar bangunan, pintu, jendela, serta struktur utamanya masih dipertahankan keasliannya.
Bangunan otentik inilah yang menjadi saksi bisu lahirnya sejumlah tokoh-tokoh penting di Indonesia.
“Tentu ini menjadi saksi penting perjalanan sejarah dunia pendidikan di Pati karena banyak melahirkan tokoh besar. Di antaranya ada Jenderal Nugroho Notosusanto,” beber Ragil.
Kesuksesan sekolah ini juga tak terlepas dari jasa para perintisnya, salah satunya Matias Sugiono. Ia adalah guru yang memiliki peran vital dalam menginisiasi berdirinya sekolah menengah pertama di Pati. Dedikasinya kini diabadikan dalam wujud tugu pendidikan yang berdiri di halaman Hotel Pati.
Baca juga: Plt Bupati Pati Usulkan Renovasi Alun-Alun Kembangjoyo ke Pemerintah Pusat
Di masa kejayaannya, pesona SMPN 1 Pati tak hanya menarik minat warga lokal. Sekolah ini menjadi jujukan favorit bagi anak-anak dari seluruh wilayah Karesidenan Pati, meliputi Rembang, Jepara, hingga Kudus.
Kondisi akses transportasi kala itu juga terbilang unik. Tepat di depan area sekolah, membentang rel kereta api jalur Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang menjadi andalan mobilitas para pelajar.
“Jadi anak-anak dulu sekolahnya naik trem. Setelah di depan sekolah, mereka pada lompat,” kenang Ragil menceritakan kebiasaan pelajar zaman dahulu. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin













