LINIKATA.COM, KUDUS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus resmi memulai proyek peningkatan dan pelebaran Jalan Pasuruhan Lor–Kencing. Ruas jalan yang semula sempit dan rawan banjir tersebut kini ditinggikan hingga hampir satu meter serta diperlebar menjadi 6 meter menggunakan konstruksi rigid beton.
Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, melalui Kepala Bidang Bina Marga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Supriyadi, menjelaskan bahwa proyek ini berfokus pada penguatan dan peningkatan struktur jalan lama. Pengurukan tanah dilakukan setinggi talut pembatas, lalu dilapisi Lapis Pondasi Bawah (LPB) dan Lapis Pondasi Atas (LPA) sebelum proses overlay beton.
”Pekerjaan utama berupa overlay rigid beton dilakukan sepanjang 200 meter dengan lebar 6 meter dan ketebalan beton mencapai 20 sentimeter menggunakan penguat tulangan tunggal. Ketinggiannya bervariasi, di ujung jalan naik hampir 1 meter lalu dibuat turun melandai agar pengendara tetap nyaman,” ujar Supriyadi.
Baca juga: Kejari Kudus Evaluasi Tiga Proyek Infrastruktur Dishub TA 2026
Habiskan Anggaran Rp3,9 Miliar
Infrastruktur vital ini dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Kudus dengan nilai kontrak sebesar Rp3,9 miliar. Pengerjaan fisik oleh pihak pelaksana, CV Indah Jaya, telah berjalan sejak awal Agustus lalu pascapenandatanganan kontrak pada 16 Juli.
”Masa pengerjaan dijadwalkan berlangsung selama empat bulan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada November mendatang,” katanya.
Selain pembenahan badan jalan, proyek ini mencakup pembangunan talut penguat jalan sepanjang kurang lebih 300 meter di sisi kanan dan kiri. Penanganan talut diprioritaskan pada titik-titik rawan longsor serta bagian oprit yang belum memiliki penahan tanah solid.
Baca juga: Setengah Hari Dapat Rp540 Ribu, Pengemis di Makam Sunan Kudus Ngaku Sepi
Jalan Dilebarkan
Supriyadi menegaskan, pelebaran jalan dari ukuran semula 4 meter menjadi 6 meter ini dilakukan untuk menekan tingginya angka kecelakaan kecil di kawasan tersebut. Akses yang sempit kerap membuat kendaraan roda empat terperosok ke selokan saat berpapasan.
”Sebelumnya jalan ini sangat sempit, hanya 4 meter. Sering sekali terjadi kendaraan roda empat keluar jalur dan masuk ke selokan saat berpapasan. Melalui proyek ini, jalan dibuat rata, landai, dan lebar sehingga akses lalu lintas menjadi jauh lebih aman dan mulus,” pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














