LINIKATA.COM, KUDUS – Warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menemukan fosil hewan purba saat mencari rumput di tepi Kali Piji, desa setempat. Sampai sekarang temuan tersebut masih diidentifikasi untuk mengetahui jenisnya.
Pantauan di lokasi, fosil itu ditemukan di sungai yang berada dekat dengan jalan raya. Fosil itu diduga terbawa arus sungai karena tidak berada di kawasan Situs Patiayam.
Penemu fosil, Sugeng, menjelaskan, dirinya sehari-hari memang mencari rumput untuk ternaknya. Namun mujur, hari itu dia justru menemukan fosil saat mencari rumput di tepi Kali Piji. Awalnya, ia melihat benda menyerupai tulang berukuran besar yang sebagian tertimbun material sungai.
“Tadi saya kan lagi ngambil rumput di sini. Tahu-tahu ada fosil. Jadi ini saya tahu kalau ini fosil betul-betul ketanam di dalam tanah,” bebernya saat ditemui, Senin (4/8/2026).
Baca juga: Tim Gabungan Selamatkan Fosil Gajah Purba Berusia Ratusan Ribu Tahun di Situs Patiayam
Sadar menemukan barang berharga, dia lalu menghubungi petugas dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Setali tiga uang, petugas lalu ia antarkan ke lokasi untuk melakukan proses ekskavasi.
“Terus saya menghubungi orang BRIN, terus ditinjau ke lokasi ini,” katanya.
Hasil Identifikasi Awal Tim BRIN Terkait Fosil Hewan Purba
Peneliti BRIN, Bagas, mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi awal, fosil yang ditemukan merupakan bagian tulang belakang fauna berukuran besar. Dia menduga fosil tersebut terbawa oleh arus sungai dari daerah hulu di Bukit Patiayam.
“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat lokal, Pak Sugeng yang beliau memberitahukan bahwa ada temuan fosil fauna di Kali Piji.
“Jadi kalau saya lihat ini karena ini memang di tepian sungai ya. Jadi kalau di mana fauna-fauna itu awalnya hidup atau mati, itu kalau di sungai bisa saja dia dari tempat yang lain,” katanya.
Baca juga: Ekskavasi Situs Ngasingan Kudus, BRIN Bidik Fosil Gajah 5 Ribu Abad
Dari hasil identifikasi sementara, pihaknya belum dapat memastikan jenis hewan dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pihaknya akan melakukan identifikasi lebih lanjut dengan Ahli Paleontologi.
“Yang jelas saya tahu ini bentuknya ruas tulang belakang vertebrat. Hewan cukup besar. Tapi jenisnya entah itu elepas atau gajah ya, cervid atau rusa atau apa saya belum tahu nanti. Masih perlu penelitiannya. Nanti saya akan sampaikan ke ahli paleontologi yang akan datang,” pungkasnya. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin














