LINIKATA.COM, KUDUS – Memasuki puncak musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Kudus memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kesiapan armada, sarana prasarana, hingga personel dipastikan melalui Apel Gelar Perlengkapan yang berlangsung di halaman Mapolres Kudus, Selasa (4/8/2026).
Kapolres Kudus, AKBP Wahyu Sulistyo, memimpin langsung pengecekan seluruh perlengkapan guna memastikan kesiapan operasional jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan titik api.
Dalam arahannya, AKBP Wahyu menegaskan bahwa dampak Karhutla sangat luas dan merugikan berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekosistem hingga roda ekonomi.
”Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, mengganggu jarak pandang lalu lintas, dan merugikan perekonomian,” ujar AKBP Wahyu.
Baca juga: Dua Pekan Kekeringan, 1.091 Warga Glagahwaru Krisis Air Bersih
Pemetaan Wilayah Rawan Kebakaran di Kabupaten Kudus
Untuk mengoptimalkan penanganan, Polres Kudus memetakan tiga wilayah yang dinilai paling rentan tersulut api, baik akibat faktor cuaca maupun aktivitas manusia, yaitu Kecamatan Jekulo, Kecamatan Dawe, dan Kecamatan Gebog.
Selain memetakan wilayah rawan, kepolisian juga mendata desa-desa yang memiliki sumber air vital. Langkah deteksi dini ini dilakukan agar tindakan pemadaman awal dapat segera dieksekusi sebelum bantuan skala besar tiba di lokasi.
Baca juga: Kekeringan, PMI dan IJTI Muria Raya Pasok Air Bersih ke Depok Grobogan
Kesiagaan Armada AWC hingga Sinergi Lintas Sector
Pasca-apel, pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap deretan kendaraan dinas dan alat pemadam. Sejumlah peralatan pendukung yang disiagakan meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk pemadaman cepat skala kecil, Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu armada Pemadam Kebakaran (Damkar), serta peralatan perorangan guna menjangkau medan sulit yang tak bisa dilintasi kendaraan berat.
Guna mempercepat respons di lapangan, Polres Kudus terus memperkuat sinergi lintas instansi bersama TNI, BPBD, Pemkab Kudus, dan petugas Damkar melalui rapat koordinasi terpadu.
Menutup arahannya, Kapolres Kudus memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak memicu potensi bahaya dengan sengaja menyalakan api di area terbuka.
”Saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dengan alasan apa pun, baik untuk membuka lahan maupun alasan lainnya. Mari bersama-sama menjaga Kudus agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau,” pungkasnya. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














