LINIKATA.COM, PATI – Korban dugaan perundungan di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati masih trauma. Bahkan, korban berinisial A ketakutan saat lewat sekolah dan lihat guru.
Saudara korban, Sulistyono, menjelaskan, kondisi psikis siswa kelas VII itu masih trauma dan mentalnya lemah setelah mendapat kekerasan hingga dua jarinya putus, Senin (27/7) lalu.
”Adiknya masih trauma, jadi mentalnya mungkin kurang, takut. Kemarin aja lewat sekolah kayak takut gimana gitu mentalnya. Ketemu gurunya aja takut,” ungkap dia saat ditemui di rumah korban, Senin (3/8/2026).
Akibat trauma yang dialami, keluarga berencana memindahkan A ke sekolah lain. Pihak keluarga baru akan mengurus kepindahannya, tapi belum memutuskan sekolah tujuan.
”Kemungkinan kita cabut dan dipindah. Sudah dikasih wawasan supaya bisa dipindah ke sekolah lain saja. Tujuan sekolah belum,” ujar Sulistyono.
Baca juga: Siswa MTs di Pati Diduga Jadi Korban Perundungan hingga Dua Jari Putus
Keluarga Sesalkan Sikap Terduga Pelaku
Sedangkan untuk luka pada dua jari putus dan satu jari retak, Sulistyono menyebut kondisinya sudah membaik. Saat ini A juga sudah berada di rumah dan menjalani rawat jalan.
”Alhamdulillah (kondisi jarinya) sudah membaik. Cuman masih perngobatan,” katanya.
Menurutnya, sampai sekarang pihak terduga pelaku belum ada iktikad baik untuk menemui korban dan meminta maaf.
”Dari keluarga pelaku enggak ada inisiatif meminta maaf ke keluarga korban. Sampai sekarang belum ada,” keluhnya.
Baca juga: Terungkap! Kasus Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati Berawal Saling Ejek
Maka dari itu, dia berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus dugaan perundungan tersebut. Pihaknya juga berharap tidak ada lagi kasus perundungan di sekolah-sekolah lain.
”Semoga kasus ini bisa ditangani kepolisian dengan benar dengan hasil terbaik. Harapan dari keluarga semoga tidak ada pembulllyan lagi di sekolah-sekolah yang lain,” tuntas Sulistyono. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














