LINIKATA.COM, KUDUS – Upaya masif menggenjot tingkat literasi di tanah air kembali digulirkan oleh pemerintah pusat. Bertempat di kawasan industri PT Pura Group, Kabupaten Kudus, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memimpin langsung seremonial pelepasan jutaan eksemplar bahan bacaan berkualitas untuk didistribusikan ke berbagai pelosok wilayah Indonesia.
Langkah strategis berskala nasional ini memuat total pengiriman sebanyak 5.538.300 eksemplar buku. Kebijakan tersebut dihadirkan sebagai bentuk penjabaran langsung atas arahan kepala negara sekaligus pilar penting dalam mewujudkan visi pembangunan SDM unggul. Guna mengawal kelancaran dari tahap produksi hingga pengiriman ke daerah-daerah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelontorkan anggaran sebesar Rp40.657.715.000.
Baca juga: BRIN dan Lestari Moerdijat Tingkatkan Kapasitas Riset Akademisi Kudus
Fokus Buku Nonteks Gratis untuk SD dan SMP
Dalam keterangan resminya, Abdul Mu’ti memaparkan bahwa seluruh literatur yang dikirimkan berfokus pada kategori buku nonteks. Pihaknya memastikan bahwa ribuan sekolah penerima manfaat akan memperoleh bahan bacaan tersebut tanpa dipungut biaya sepeser pun. Kebijakan ini diorientasikan untuk merangsang minat baca anak-anak sejak usia dini.
”Hari ini kita meluncurkan pengiriman buku bacaan bermutu untuk 5 juta sekian ke seluruh Indonesia. Buku ini merupakan bahan bacaan nonteks yang kita berikan kepada sekolah-sekolah di Indonesia secara gratis dalam rangka mengembangkan kemampuan literasi, terutama untuk murid tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama,” ungkap Abdul Mu’ti, Jumat (31/7/2026).
Lebih jauh lagi, Mendikdasmen menekankan bahwa program pembagian buku gratis ini merefleksikan implementasi nyata dari poin keempat Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Fokus utamanya adalah membiasakan peserta didik menguasai keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung) demi menyongsong masa depan bangsa yang kompetitif di era Indonesia Emas 2045.
”Ini merupakan pelaksanaan dari arahan Bapak Presiden agar kita biasakan anak-anak kita ini untuk membaca, punya kemampuan menulis, dan tentu dengan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta berbagai kemampuan dasar yang lain, kita memiliki generasi Indonesia yang unggul. Program ini juga merupakan bagian dari komitmen kami dalam rangka mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sebagai pelaksanaan dari asta cita yang keempat, dan juga usaha kita bersama secara berkesinambungan mewujudkan generasi Indonesia Emas, generasi Indonesia yang cerdas,” imbuhnya.
Rincian Alokasi Bantuan dan Target Pengiriman
Rekapitulasi Alokasi Bantuan Buku 2026:
Penerima Jenjang SD: 3.888.800 eksemplar
Penerima Jenjang SMP: 1.849.500 eksemplar
Akumulasi Volume: 5.538.300 eksemplar
Pagu Anggaran: Rp40.657.715.000 (mencakup pencetakan dan ongkos distribusi)
Dari sisi manajemen waktu, kementerian menetapkan tenggat yang cukup ketat. Seluruh armada logistik diinstruksikan agar menuntaskan seluruh proses pengiriman ke berbagai kabupaten/kota paling lambat pada penghujung Agustus 2026, sehingga fasilitas penunjang belajar ini bisa segera difungsikan di ruang-ruang kelas.
Baca juga: Banggakan Kudus, Siswa MA Qudsiyyah Wakili Indonesia di ARC Dubai
Sediakan Format Digital Hingga Buku Braille
Di samping mendistribusikan buku fisik konvensional, Kemendikdasmen turut memperluas aksesibilitas lewat penyediaan format pembelajaran digital dan inklusif. Ragam inovasi tersebut mencakup audiobook, videobook, hingga pencetakan literatur khusus berhuruf braille demi merangkul para pelajar berkebutuhan khusus agar semangat pemerataan pendidikan dapat dirasakan tanpa terkecuali.
”Kami informasikan juga, selain buku-buku cetak seperti yang kita luncurkan hari ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyediakan bacaan-bacaan yang bermutu dan bahan-bahan belajar yang bermutu dalam bentuk audiobook, kemudian juga videobook. Selain itu juga dalam bentuk buku-buku braille untuk anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Ini adalah bagian dari usaha kami untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














