LINIKATA.COM, KUDUS – Pengurus Kabupaten Kickboxing Indonesia (KBI) Kudus menggelar kejuaraan tarung bebas bertajuk Kudus Wani Tanding (KWT) di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno, Kudus, Sabtu (25/7/2026). Perhelatan ini menjadi panggung bagi ratusan petarung pemula hingga profesional untuk unjuk kebolehan sekaligus wadah pembibitan atlet daerah.
Panitia KWT sekaligus pengurus KBI Kabupaten Kudus, Bowo Dwi Sulaksono (Benjo), menyampaikan bahwa ajang ini dirancang sebagai batu loncatan bagi para atlet menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional.
”Event terbuka ini ditujukan untuk pembibitan atlet, mulai dari tingkat pemula hingga Amatir Profesional (Ampro). Target kami adalah menyiapkan mereka menghadapi ajang yang lebih tinggi, seperti Porprov, Pra-PON, hingga PON,” ujar Benjo di lokasi acara, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Tundukkan Kudus, Pati Juara Sepak Bola Pra Popda Zona III Jateng
Diikuti 140 Petarung, Buruh Pabrik Rokok Turun ke Matras
Benjo merinci, ajang ini diikuti oleh 140 petarung yang terbagi dalam 70 partai pertandingan. Komposisinya terdiri atas 123 petarung putra dan 17 petarung putri. Khusus untuk kategori putri, pertandingan terbagi dalam kelas Influencer Class, Amatir Profesional, dan Kickboxing Putri.
Sektor putri menjadi salah satu perhatian utama dalam gelaran ini. Kehadiran para petarung wanita non-atlet membuktikan makin cairnya batas gender dalam olahraga bela diri. Salah satunya adalah Rara Setyawati Rahayu (22), buruh pabrik rokok asal Desa Gribig, Kecamatan Gebog, yang menyempatkan diri bertanding di sela kesibukan kerjanya.
Rara mengaku, selain untuk mengukir prestasi, keterlibatannya dalam olahraga bela diri didasari atas kebutuhan perlindungan diri di ruang publik.
”Event seperti ini sangat bagus untuk melatih keberanian dan mawas diri, terutama bagi wanita agar punya teknik pertahanan di jalan. Menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, kalah atau menang yang penting kita ambil ilmunya untuk belajar ke depan,” tutur Rara.
Baca juga: Tuan Rumah Piala Soeratin Jateng 2026, Safin Pati Terjunkan 6 Tim
Pendekatan Psikologis dan Pembentukan Mental Atlet Pemula
Pelatih dari Akademi Silat Kudus (ASK), Mas’ud, memaparkan bahwa melatih petarung dari latar belakang pekerja awam membutuhkan pendekatan psikologis dan kesabaran ekstra. Menurutnya, kunci utama dalam membina atlet pemula adalah pembentukan mental.
”Membina atlet putri pemula itu butuh kesabaran. Tantangan utamanya ada pada mental; mereka harus berani dulu. Kalau mentalnya sudah terbentuk melalui simulasi sparring, melatih teknik dasar pukulan, tendangan, dan fisik akan jauh lebih mudah,” jelas Mas’ud.
Melalui sinergi antara pembinaan terstruktur KBI Kudus dan ketekunan para atlet, kejuaraan Kudus Wani Tanding diharapkan dapat terus melahirkan bibit-bibit potensial yang siap mengharumkan nama Kabupaten Kudus di kancah olahraga nasional. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin
















