LINIKATA.COM, KUDUS – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang dampaknya kini semakin nyata dirasakan warga di Kabupaten Kudus. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bertema “Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah” di Joglo Akhwan, Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Minggu (21/6/2026).
Di hadapan 150 tokoh masyarakat setempat, Lestari menyoroti kondisi ekologis di kawasan hulu Gunung Muria hingga hilir Sungai Wulan yang memerlukan intervensi kebijakan serta perhatian serius. Menurutnya, alih fungsi lahan di lereng Muria menjadi faktor utama meningkatnya risiko banjir di wilayah perkotaan.
”Lahan yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap air kini banyak berubah fungsi menjadi kawasan komersial, wisata, hingga pertanian musiman dengan daya serap yang rendah. Dampaknya, saat curah hujan tinggi, air mengalir deras ke permukiman and memicu banjir,” ujar Lestari.
Baca juga: Sentil Polarisasi di Dunia Maya, Lestari Moerdijat Desak Perkuat Pendidikan Karakter Pancasila
Alih Fungsi Lahan Lereng Muria Jadi Sorotan Utama
Ia mengungkapkan, keresahan ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, puluhan kepala desa dari Kabupaten Kudus dan Pati bahkan telah melakukan audiensi ke pemerintah pusat terkait kerusakan lingkungan di kawasan Muria. Lestari menegaskan, tanpa tindakan konkret dan edukasi yang masif, potensi bencana di masa depan akan semakin mengancam.
Selain persoalan di hulu, Legislator dari Dapil Jawa Tengah II (Kudus, Demak, Jepara) ini juga menyoroti ancaman penurunan muka tanah dan banjir rob di wilayah pesisir. Ia memberikan contoh nyata di Kecamatan Sayung, Demak, di mana lebih dari 6.600 hektare lahan sawah hilang terendam air laut, memaksa petani beralih profesi menjadi nelayan.
”Kita tentu tidak ingin kondisi tersebut terjadi di daerah lain. Pembangunan harus berwawasan lingkungan. Kita harus menjaga Muria, sungai, dan ruang hidup masyarakat agar risiko bencana dapat diminimalkan,” tegasnya.
Baca juga: Lestari Moerdijat: Literasi AI bagi Penyandang Disabilitas Merupakan Amanat Konstitusi
Gunakan Landasan Toleransi Wali Songo Hadapi Tantangan Lingkungan
Terkait nilai-nilai kearifan lokal, Lestari juga mengingatkan bahwa Kudus memiliki sejarah panjang toleransi yang diwariskan para wali. Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi landasan dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini di Kabupaten Kudus.
Dalam kesempatan tersebut, Lestari mengajak para pemimpin wilayah dan tokoh masyarakat untuk aktif melakukan pendataan serta pemetaan potensi kerusakan lingkungan di daerah masing-masing.
Aspirasi yang terkumpul nantinya akan diteruskan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Kudus. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















