LINIKATA.COM, PATI – Serangan hama bertubi-tubi membuat petani di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengalami kerugian. Petani hanya bisa pasrah karena hasil panen di Masa Tanam (MT) III anjlok drastis.
Salah satu petani Sugiharjo, Joko Pramono mengaku, serangan hama ini datang silih berganti mulai dari tikus hingga wereng. Bahkan, untuk tikus sudah terjadi sejak sebulan lalu.
“Lebih dari sebulan yang lalu datang serangan tikus. Tapi petani dengan usaha sebisanya, gimana caranya mengusir, ada yang teratasi ada yang tidak. Tapi tanamnya masih bagus,” ungkapnya, Senin (24/11/2025).
Baca juga: Hama Tikus Serang 11 Desa di Jakenan, Petani Gelar Gropyokan
Setelah tikus, lanjut dia, sekitar tiga minggu yang lalu itu datang lagi hama lainya, yakni penggerek batang atau beluk yang mengakibatkan padi memutih lalu isinya kopong.
“Beluk ini yang membuat ngenes petani. Karena harapan bisa dibawa pulang, bisa untuk konsumsi tapi kena beluk ini jadi putih semuanya,” ucapnya.
Tak berhenti sampai di ditu, Joko menyebut muncul lagi serangan hama wereng. Hama ini membuat banyak padi yang ditanam petani mati mengering.
“Tidak sampai di situ, sekitar dua minggu yang lalu, karena daerah lain sudah panen dan wilayah sini belum, ada perpindahan wereng. Serangan wereng membuat kering,” imbuhnya.
Akibat serangan hama bertubi-tubi ini, membuat petani di Sugiharjo mengalami kerugian. Mengingat, hasil produksi menurun jauh dari normalnya.
Joko merincikan, luas lahan tanam 1 kotak atau sekitar 1.500 meter persegi biasanya bisa menghasilkan sekitar 15 karung atau sak. Namun, musim ini, 1 kotak hanya dapat tak lebih dari 3 karung.
“Akibatnya panen tidak bisa maksimal sama sekali. Biasanya 1 kotak bisa dapat 15 karung, kemarin dapat 2 sak sudah alhamdulilah. Ada yang 1 kotak tidak sampai 1 sak. Buat combine 1 kotak Rp 350 ribu, 1 sak cuma dapat 60 kilo dikalikan 6.700. Itu buat bayar combine aja enggak bisa,” terangnya.
Kondisi ini membuat petani rugi ongkos produksi. Sebab, biaya produksi untuk lahan seluas 1 kotak ditaksir sekitar Rp 2-3 juta.
“Produksi meningkat saat ada hama karena buat beli pestisida. Pestisida se kotak mulai tanam sampai selesai itu Rp700 ribu sampai Rp1 juta. Belum lagi biaya lainnya,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju Desa Sugiharjo Arif Purwanto mengungkapkan, hama menyerang secara menyeluruh tanaman padi di wilayahnya. Ia menyebut ada sekitar 100 kotak lahan.
Baca juga: Petani Pati Gembira Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen
“Musim tanam ketiga ini keluhan petani terdampak isinya kosong atau orang Jawa bilang itu beluk. Kalau jadi biasanya sekitar 15 sak. Sekarang ini ada hama wereng, tikus, dan beluk petani cuma dapat hasil lima bahkan ada tiga sak satu kotaknya. Keseluruhan ada 100 kotak,” pungkasnya.
Dengan kondisi ini, petani di Sugiharjo berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal ini dinas pertanian. Sehingga diharapkan persoalan-persoalan yang dialami para dapat teratasi. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














