LINIKATA.COM, PATI – Geram lantaran jalan utama tak kunjung diperbaiki pemerintah selama nyaris satu tahun, puluhan warga Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, nekat melakukan perbaikan jalan secara mandiri. Langkah swadaya ini diambil demi mencegah jatuhnya korban kecelakaan yang terus berulang.
Sejak Rabu (29/7/2026) pagi, warga berbondong-bondong mendatangi titik kerusakan terparah di Dukuh Jaten. Dengan membawa peralatan pribadi hingga menyewa mesin molen penggiling beton, mereka bergotong royong menambal lubang jalan.
Tak hanya itu, aksi tersebut juga diwarnai pembentangan berbagai spanduk sindiran yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Di antaranya bertuliskan ’Pajak Telat Didendo, Jalan Rusak Dijarno’ dan ’Seporsi Harga Diri, Jalan Rusak Bukan untuk Dimaklumi Tapi untuk Diperbaiki’.
Baca juga: Bertahun-tahun Rusak, Jalan Pantura Widorokandang Pati Akhirnya Dibeton
Jalan milik Pemkab Pati sepanjang kurang lebih 1 kilometer dengan lebar 3 meter tersebut mengalami kerusakan di berbagai titik, terutama pada akses tanjakan. Saat musim kemarau, kondisi jalan menjadi sangat berdebu dan berlubang hingga acap kali memicu pengendara sepeda motor terjatuh.
Untuk membiayai perbaikan, warga rela patungan hingga terkumpul dana sebesar Rp 16 juta. Sumbangan mengalir dari warga antardukuh hingga para pedagang sayur keliling yang kerap melintasi jalur vital tersebut.
Salah satu warga Desa Jrahi, Anas, mengungkapkan bahwa perbaikan dilakukan secara swadaya karena warga tidak bisa lagi menggantungkan harapan pada pemerintah setempat.
”Jalannya kan sangat rusak. Kita konsen banget terhadap jalan yang baik. Karena sangat vital untuk ekonomi, kesehatan, dan sebagainya. Semoga upaya baik ini menghasilkan hal yang baik. Kalau kita mengandalkan pemerintah sulit ya. Semoga masyarakat lebih sadar dan punya integritas,” ujar Anas.
Anas menjelaskan, warga sebenarnya berkeinginan melakukan pengecoran secara menyeluruh. Namun, karena keterbatasan status jalan yang merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), perbaikan akhirnya difokuskan pada penambalan titik-titik lubang paling parah.
”Karena ini jalan PU, upaya yang bisa kita lakukan ya tambal dengan cor. Jalan rusak kira-kira satu tahun, panjang sekitar 1 km. Ndak ngeblok memang, yang rusak kita tambal,” tambahnya.
Aksi gotong royong ini bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun 2025 lalu, pemuda setempat juga pernah menguras kas organisasi untuk menambal akses yang sama.
Baca juga: Pemkab Pati Rampungkan Perbaikan 28 Km Jalan Rusak
DPUTR Tunggu APBD Perubahan 2026
Menanggapi aksi swadaya masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) menyatakan bahwa penanganan jalan ruas Giling–Jrahi baru diusulkan pada tahap penganggaran berikutnya.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengonfirmasi bahwa perbaikan jalan tersebut dialokasikan dalam perubahan anggaran tahun ini.
”Untuk Jalan Giling – Jrahi baru diusulkan di perubahan anggaran,” terang Hasto singkat. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














