LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati resmi meluncurkan trayek angkutan khusus anak sekolah sebagai solusi menekan kemacetan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas. Peluncuran program ini digelar di SMP Negeri 4 Pati pada Selasa (21/7/2026) siang.
Langkah inovatif ini tidak hanya dirancang untuk memberikan kenyamanan armada bagi para pelajar, tetapi juga sebagai upaya memberdayakan kembali angkutan pedesaan (angdes) di Pati yang belakangan ini sepi penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Tony Romas Indarta, mengungkapkan bahwa tarif angkutan sekolah ini dipatok sangat terjangkau bagi para siswa, yakni rata-rata Rp5 ribu untuk sekali jalan.
“Biaya rata-rata Rp5 ribu sekali perjalanan, untuk pulang pergi Rp10 ribu,” ujar Tony.
Baca juga: Banyak Permintaan, tapi Pemkab Pati Baru Bisa Sediakan Satu Bus Sekolah
Menyasar Pelajar dan Larangan Sepeda Motor
Tony menjelaskan bahwa armada angkutan ini disiapkan secara khusus untuk mengantar dan menjemput pelajar, terutama siswa jenjang SMP yang secara aturan hukum memang belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri.
”Ini kita dalam arti untuk memperbanyak angkutan pedesaan sehingga memang sasaran kita untuk siswa sekolah untuk meminimalkan kemacetan saat pulang pergi sekolah dan juga meminimalkan anak SMP ini menggunakan sepeda motor memang belum boleh,” jelasnya.
Pada tahap awal, trayek angkutan sekolah ini difokuskan di area perkotaan dengan melayani rute siswa SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 8 Pati, serta beberapa sekolah jenjang SMA yang berada dalam jalur perlintasan.
Adapun rute yang sudah ditetapkan Dishub Pati mencakup koridor Pati menuju Juwana, Trangkil, Kaliampo, Tlogowungu, hingga Gembong.
Baca juga: Baru Punya Satu Bus Sekolah, DPRD Pati Usul Minta Hibah ke Pemprov DKI
Tekan Angka Kecelakaan Pelajar
Dukungan penuh disampaikan oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Menurutnya, penetapan trayek dan tarif terjangkau bagi angkutan sekolah ini sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan anak usia sekolah.
“Ini sangat luar biasa karena tahu sendiri masalah kecelakaan di masa anak berangkat sekolah dan pulang sekolah di Kabupaten Pati ini juga banyak sekali,” kata Chandra.
Chandra berharap program angkutan sekolah ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan bertahap menjangkau seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Pati, sehingga para orang tua merasa lebih tenang saat melepas anak-anak mereka menuntut ilmu.
“Makanya dengan adanya trayek anak sekolah ini saya harapkan bisa dilakukan nanti kita bertahap kita lakukan di sekolah-sekolah lain supaya orang tua juga nyaman anaknya pulang dan berangkat sekolah,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















