LINIKATA.COM, PATI – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, kian parah dalam dua hari terakhir. Luapan air pasang laut tersebut terus meluas hingga merendam seluruh Rukun Tetangga (RT) di wilayah setempat.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menjelaskan, kenaikan volume air yang signifikan ini dipicu oleh fenomena gelombang pasang laut yang tengah melanda kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak air pasang diprediksi terjadi pada Kamis–Jumat.
“Kejadian (banjir rob) karena kondisi alam. Gelombang pasang laut tinggi, angin kencang dari kemarin,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (16/7/2026).
Setyo mengungkapkan bahwa banjir rob kembali naik sejak Selasa (14/7/2026) kemarin. Hingga Kamis (16/7/2026), dilaporkan sedikitnya 80 rumah warga telah terendam air dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter.
“Luasan terdampak mencakup seluruh wilayah desa yang terdiri dari 5 RT. Rumah terdampak total 80 rumah dengan 112 KK (Kepala keluarga). Genangan tertinggi berada di wilayah permukiman RT 5 mencapai 70 cm, sedangkan genangan terendah ada di RT 1 setinggi 10 cm,” ungkap Setyo.
Baca juga: Banjir Rob di Tunggulsari Pati Kembali Meninggi, Puluhan Rumah Terendam
Akses Jalan Terendam Total dan Puluhan Hektare Tambak Terdampak
Selain merendam permukiman, banjir rob juga menggenangi jalan desa sepanjang 800 meter. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas transportasi dan mobilitas harian warga setempat. Tak hanya itu, sektor ekonomi warga juga terpukul hebat akibat area pertambakan yang kembali terendam.
“Ruas jalan pemukiman terendam total 800 meter. Luas tambak terdampak 85 hektare,” beber dia.
Saat ini, Pemerintah Desa (Pemdes) dibantu warga sudah membuat dapur umum di RT 5 untuk mencukupi kebutuhan logistik warga. Dapur ini akan terus beroperasi sampai waktu yang belum ditentukan.
“Sekarang warga sama Pemdes (Tunggulsari) buat dapur umum di RT 5, menggunakan tenda bantuan dari BPBD provinsi Jateng. Peralatan dapur besok pagi kita ambil di BPBD Pati,” ujar Setyo.
Pihak pemdes juga telah menyiagakan dua unit perahu mitigasi untuk memfasilitasi proses evakuasi warga yang ingin mengungsi, sekaligus untuk mempermudah penyaluran bantuan ke area yang sulit dijangkau.
“Perahu mitigasi sudah kita siapkan dua unit dari kmrn kalau ada warga yang minta dievakuasi,” katanya.
Baca juga: YEU Latih Warga Tunggulsari Pati Beradaptasi dengan Banjir Rob
Progres Pemasangan Pancang Tanggul Darurat dari Pemkab dan Pemprov
Dia mengakui, penanganan banjir rob di desanya kurang maksimal. Sampai saat ini, pekerjaan tanggul baru selesai sepanjang 75 meter. Sedangkan yang masih dalam proses pengerjaan sepanjang 90 meter. Sementara itu, tanggul kritis lain sepanjang 450 meter baru proses persiapan material.
“Tanggul pertama yang dari pemkab sudah selesai 75 meter, tanggul ke 2 sepanjang 90 meter baru proses pancang. Penanganan dari pemprov baru persiapan material. Hari Kamis rencana pemasangan pancang sepanjang 450 meter,” terang dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















