LINIKATA.COM, PATI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menggelontorkan dana zakat sebesar Rp782 juta untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Alokasi dana umat tersebut didistribusikan ke dalam berbagai sektor program produktif, mulai dari bedah rumah tidak layak huni hingga pemberian modal usaha.
Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, menjelaskan bahwa perolehan dana ratusan juta tersebut merupakan hasil akumulasi penarikan zakat yang dikumpulkan sepanjang triwulan kedua pada tahun ini. Penyaluran bantuan sengaja dirancang variatif agar tepat sasaran dan mampu memicu pemberdayaan ekonomi umat secara mandiri.
“Untuk periode ini, klaster bantuan yang kami berikan meliputi program bedah rumah, modal untuk usaha, stimulan operasional masjid, bantuan madrasah dan madrasah diniyah, serta paket bantuan sosial untuk kaum miskin duafa,” urai Syaiku, Jumat (10/7/2026).
Baca juga: Baznas Pati Salurkan Rp1,6 Miliar untuk Bedah Rumah hingga Modal Kerja
Sasar Dua Eks-Kawedanan
Syaiku menerangkan, dana zakat sebesar Rp782 juta yang telah terkumpul tersebut didistribusikan secara merata ke sejumlah titik di wilayah Eks-Kawedanan Juwana dan Eks-Kawedanan Tayu. Berdasarkan data pemetaan dari UPZ, jumlah penerima bantuan di setiap kecamatan berkisar antara 70 hingga 80 orang.
Secara rinci, cakupan wilayah penerima di Eks-Kawedanan Juwana meliputi wilayah Kecamatan Juwana, Batangan, Wedarijaksa, dan Trangkil. Sementara untuk wilayah Eks-Kawedanan Tayu menyasar Kecamatan Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Cluwak, hingga Gunungwungkal.
“Proses pengumpulan ini bergulir selama tiga bulan sebelum kita tasarufkan ke dua eks-kawedanan tersebut. Jumlah penerimanya cukup banyak di tiap-tiap kecamatan,” imbuhnya.
Baca juga: YEU Latih Warga Tunggulsari Pati Beradaptasi dengan Banjir Rob
Bantuan Bedah Rumah Bersifat Stimulan Rp12,5 Juta
Mengenai besaran nominal yang diterima oleh para mustahik, Syaiku menyampaikan bahwa nilainya bervariasi tergantung pada jenis klaster bantuan. Untuk program bedah rumah tidak layak huni, pihak Kemenag memplot anggaran sebesar Rp12,5 juta per unit rumah, sedangkan untuk renovasi masjid dan madrasah dikucurkan dana masing-masing sebesar Rp5 juta.
“Perlu dipahami bahwa untuk program bedah rumah ini sifatnya adalah stimulan, jadi memang tidak bisa langsung merenovasi rumah secara total hingga jadi. Saat ini ada 19 titik rumah warga, termasuk rumah guru madrasah tidak layak huni yang kami bantu masing-masing Rp12,5 juta,” paparnya.
Melalui pendayagunaan zakat ini, Kemenag Pati berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat, baik untuk menunjang kehidupan sehari-hari maupun dalam meningkatkan aspek spiritualitas warga.
“Harapan kami, bantuan konsumtif bisa meringankan kebutuhan dapur sehari-hari. Lalu untuk bantuan usaha mandiri, mudah-mudahan modalnya bisa dikembangkan lagi. Sedangkan untuk program bedah rumah, semoga huniannya bisa ditempati dengan lebih nyaman sehingga berpengaruh positif terhadap tingkat kesehatan maupun kekhusyukan ibadah mereka,” pungkas Syaiku. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















