LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mengusulkan pembuatan tanggul untuk mengatasi banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, ke Pemerintah Pusat. Langkah ini terpaksa diambil lantaran anggaran daerah yang tersedia tidak akan mampu membiayai proyek berskala besar tersebut di Kabupaten Pati.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) soal bantuan penanganan banjir rob. Berdasarkan hasil koordinasi, pihaknya diminta bersurat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
“Tadi pagi kami baru berkoordinasi dengan BNPB Pusat. Kami juga menginformasikan terkait Tunggulsari ini, karena memang anggaran yang diperlukan untuk tanggul ini sangat banyak sekali,” bebernya saat ditemui di kantornya, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Nasib Pilu Desa Tunggulsari Pati, Terancam Tenggelam Akibat Rob
Chandra menjelaskan, pihaknya mengajukan pembuatan tanggul sepanjang seratusan meter. Dia berharap bantuan tersebut bisa disetujui dan segera dikerjakan.
“Tanggul ditinggikan. Lumayan panjang tanggulnya. Anggaran yang bisa support dari Kementerian PU. Kami sedang koordinasikan semua. Semoga penanganannya bisa cepat,” harapnya.
BPBD Diterjunkan untuk Salurkan Logistik dan Tanggul Darurat
Selain mengupayakan ke Pemerintah Pusat, Risma Ardhi Chandra juga sudah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meninjau kondisi banjir dan memberikan bantuan.
“Saya perintahkan BPBD untuk langsung mengecek ke sana, penanganan masalah logistik,” ungkapnya.
Selain memastikan kebutuhan logistik, pihaknya juga mengupayakan bantuan berupa bambu dan kebutuhan lainnya untuk perbaikan tanggul sementara di Kabupaten Pati. Namun, perbaikan itu baru bisa dikerjakan saat rob surut.
“Penanganan yang urgent kita sudah membantu Tunggulsari. Bambu dan peralatan lain sekitar Rp60 juta (kami) kirimkan ke sana. Penanganannya nunggu kondisinya tidak rob,” jelasnya.
Baca juga: 100 Ha Tambak di Tunggulsari Pati Terendam Banjir, Kerugian Capai Rp5 M
Penanaman Mangrove Harus Memperhitungkan Jarak Pantai
Saat disinggung terkait rusaknya mangrove dan penanaman ulang di kawasan pesisir, Risma Ardhi Chandra menyebut mangrove tak bisa ditanam secara asal. Alasannya rentan diterjang ombak.
“Mangrove kalau ditanam terlalu mepet akan kesapu ombak. Jadi agak percuma. Kalau mepet dengan area pantai hilang lagi,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















