LINIKATA.COM, GROBOGAN – Warga Desa Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan kini tak perlu cemas lagi jika jatuh sakit. Berkat adanya Kotak Infak Nahdlatul Ulama (Koin NU), mereka kini bisa mendapatkan subsidi biaya saat berobat.
Gerakan gotong royong ini lahir dari semangat kemandirian umat yang diprakarsai oleh Ranting NU Tanggungharjo. Lewat kotak infak di rumah-rumah anggota, warga bisa memberikan saling tolong menolong.
Dalam kotak infak ini, warga bisa menyumbang seikhlasnya. Nantinya, setiap bulan akan ada petugas yang mengambil dan kemudian mengelolanya untuk berbagai keperluan sosial, salah satunya di bidang kesehatan.
Untuk menjaga kepercayaan warga, semua uang masuk dan penggunaannya bisa diakses secara langsung lewat aplikasi Upziznu.
Baca juga: Lewat Koin NU, Warga Tanggungharjo Grobogan Kini Bisa Sedekah Lewat HP
Gandeng Enam Fasilitas Kesehatan Wilayah Setempat
Ketua Syuriah NU Ranting Tanggungharjo, Syihabul Millah, menjelaskan, dalam program subsidi kesehatan ini, pihaknya bekerja sama dengan enam faskes di wilayah setempat. Nantinya, warga yang terdaftar sebagai anggota akan dapat potongan Rp15 ribu.
“Setiap warga NU yang memiliki kotak infak itu nanti dapat potongan subsidi untuk biaya berobat. Awalnya (potongan) Rp20.000. Karena sekarang yang berobat tambah banyak, maka sekarang disepakati di besaran yang sama yaitu Rp15.000,” katanya lewat telepon, Kamis (4/6/2026).
Caranya, warga yang hendak berobat tinggal membawa kartu sehat (anggota), ponsel yang sudah terinstal aplikasi Upziznu, atau Kartu Keluarga (KK).
“Biar masyarakat tidak terpaku pada kartu (fisik), nanti bisa pakai digital. Hanya hapal nomor kartunya saja, atau membawa Hp tinggal masuk ke dokter dan itu sudah bisa keluar (namanya),” ujar pria yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Arifin itu.
Namun, menurut Gus Millah, subsidi berobat ini hanya berlaku satu kali setiap bulan. Ketentuan ini diberlakukan supaya manfaat program bisa merata di Kabupaten Grobogan.
“Jadi kemarin sebelum ada aplikasi, itu kan tumpang tindih. jadi satu orang bisa ke faskes ini, berikutnya ke faskes ini, sehingga itu untuk meminimalisir agar lebih merata,” ujarnya.
Baca juga: Gelar Penyuluhan di Sukorejo Rembang, RS Bhina Ajak Warga Cegah Penyakit Tidak Menular
Sediakan Subsidi Khitan hingga Santunan Duafa
Selain subsidi berobat, program Koin NU ini juga berlaku bagi warga yang hendak khitan. Nantinya mereka akan dapat potongan Rp200 ribu.
“Selain itu juga ada sunat bersubsidi. Jadi faskes yang menyediakan khitan, warga tinggal datang membawa KK, lalu itu otomatis dapat subsidi Rp200 ribu,” sebutnya.
Sejak diluncurkan April 2026 lalu, program ini sudah banyak bermanfaat bagi warga setempat. Salah satu yang mendapatkan manfaat nyata adalah kaum duafa dan anak yatim piatu. Setiap bulannya mereka dapat uang tunai untuk membantu meringankan kehidupannya.
“Yang paling dirasa masyarakat adalah untuk duafa dan yatim piatu. Itu rutin tiap bulan dalam bentuk uang,” beber Gus Millah. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















