LINIKATA.COM, PATI – Wajah pusat kota Kabupaten Pati dipastikan bakal segera berubah drastis. Pemerintah daerah mulai mengeksekusi proyek pembongkaran trotoar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman yang nantinya akan disulap menjadi kawasan pedestrian estetik bak Jalan Malioboro di Yogyakarta.
Proses pembongkaran trotoar jalan yang terletak tepat di sebelah barat Alun-Alun Pati tersebut sudah mulai berjalan sejak beberapa waktu lalu. Sebuah alat berat ekskavator bersama sejumlah pekerja tampak sibuk membongkar material pembatas jalan, dimulai dari titik samping Masjid Agung Baitunnur Pati ke arah barat hingga area Bank Jateng.
”Trotoar akan direnovasi. Nantinya akan dijadikan seperti trotoar di Jalan Malioboro (Jogja),” ujar Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat dikonfirmasi oleh awak media.
Baca juga: Kerap Lampaui Target, Dishub Pati Usulkan Retribusi Parkir Naik Jadi Rp700 Juta
Kolaborasi Daerah dan Pusat, KemenPUPR Kucurkan Rp18 Miliar
Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, menjelaskan bahwa penataan trotoar ikonik ini dibiayai penuh menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Dalam proyek ini, DPUTR Pati memegang porsi tugas awal berupa pembongkaran struktur trotoar lama dengan alokasi anggaran daerah sebesar Rp140 juta. Proses pembersihan lahan ini ditargetkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 18 Mei hingga 15 Agustus 2026 mendatang.
Sementara itu, untuk detail desain, perencanaan makro, hingga pelaksanaan konstruksi fisik sepenuhnya akan digarap oleh Balai Strategis Penataan Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (Kemen PU RI). Setelah tahap pembongkaran selesai, Kementerian PUPR akan langsung mengambil alih pengerjaan fisik dengan pagu anggaran fantastis mencapai Rp18 miliar yang dijadwalkan memakan waktu selama tujuh bulan.
“Kalau yang kegiatan di DPU hanya pembongkarannya saja. Kalau untuk desain, perencanaan, dan pelaksanaan fisiknya semua dari balai strategis penataan perkotaan Kementerian PUPR. Setahu kami pagunya Rp18 miliar,” imbuh Arief.
Baca juga: Anggarannya Rp210 M, Perbaikan Jalan Rusak di Pati Dimulai Pekan Depan
Hadirkan Pedestrian Nyaman dan Ramah Disabilitas
Proyek besar ini juga melibatkan sinergi lintas instansi di lingkup Pemkab Pati. Selain DPUTR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati bertugas melakukan penataan pohon peneduh, sedangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Pati bertanggung jawab atas pembongkaran dan penataan ulang instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU).
Meskipun belum bersedia menjabarkan detail desain secara rinci karena merupakan domain penuh pemerintah pusat, Arief memastikan bahwa muara dari proyek ini adalah menghadirkan ruang publik yang representatif dan humanis bagi warga Pati. Kawasan ini akan dirancang agar mampu meningkatkan visual lingkungan kota sehingga tercipta tata ruang yang jauh lebih tertib, bersih, dan nyaman.
”Penataan kawasan juga diarahkan untuk menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki melalui penyediaan jalur pedestrian yang aman, tertata, serta ramah bagi rekan-rekan penyandang disabilitas,” pungkas Arief. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















