LINIKATA.COM, KUDUS – Kota Kudus sukses membuktikan diri sebagai pionir utama dalam pertumbuhan ekosistem sepak bola putri nasional. Melalui konsistensi turnamen MilkLife Soccer Challenge, kualitas talenta muda di Kota Kretek ini dilaporkan terus meroket secara signifikan.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Kudus, Coach Yayat Hidayat, mengungkapkan bahwa animo dan kualitas permainan anak asuhnya menunjukkan grafik peningkatan yang luar biasa, mulai dari kelompok Usia 10 (U-10) hingga Usia 12 (U-12).
“Kualitasnya semakin meningkat dari yang dulu. Pemain-pemainnya juga cukup bagus. Kemarin waktu di ajang 4PO, alhamdulillah kita berhasil keluar sebagai juara,” ujar Coach Yayat di SuperSoccer Arena Rendeng, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: Ratusan Pelari Ramaikan Road to Muria Trail Run 2026 di Kudus
Menurut Coach Yayat, kunci keberhasilan Kudus dalam menjaga pasokan pesepak bola putri andal terletak pada sistem regenerasi yang terstruktur rapi sejak tahun 2023. Manajemen memanfaatkan fasilitas olahraga kelas dunia di Kudus untuk menggelar program extra training bernama “Seneng Soccer”.
Program ini menyasar anak-anak usia dini, mulai dari usia 7, 8, hingga 9 tahun. Mereka mendapatkan porsi latihan rutin sebanyak tiga kali dalam seminggu sebelum akhirnya dinyatakan siap naik kelas untuk bertanding di kompetisi resmi U-10 dan U-12.
Andalkan Pemain Pilar dan Fasilitas Mewah
Menghadapi tantangan kompetisi MilkLife All Stars mendatang, tim Kudus masih akan bertumpu pada sejumlah pemain berbakat yang menjadi tulang punggung tim, seperti si kembar Rara dan Rere di sektor U-12, serta posisi penjaga gawang utama yang masih kokoh.
Status Kudus sebagai tuan rumah dan ketersediaan fasilitas latihan yang luar biasa menjadi modal utama Coach Yayat untuk optimistis mempertahankan gelar juara. “Fasilitas yang ada di sini sangat luar biasa dan itu menjadi keunggulan kita dibanding tim luar. Kita harus maksimalkan fasilitas tersebut,” tegasnya.
Masih kata Coach Yayat, ekosistem Kudus terbukti telah membuahkan hasil nyata dengan berhasil mengorbitkan pemain lokal seperti Sipa ke level PSSI (Tim Nasional). Coach Yayat berharap prestasi tersebut segera disusul oleh talenta-talenta muda lainnya.
Baca juga: NPCI Pati Siapkan 50 Atlet Disabilitas untuk Berlaga di Peparprov Jateng 2026
Meski menargetkan trofi juara, Coach Yayat menekankan bahwa fokus utama adalah performa maksimal di lapangan. Juara, menurutnya, adalah bonus dari kerja keras anak-anak. Ia juga mengingatkan pentingnya peran krusial dari lingkungan keluarga.
“Semua ini kembali ke anak-anak dan orang tua. Semoga orang tua di rumah tetap mendorong dan mendukung penuh (support) anak-anak mereka agar bakat ini bisa terus berkembang ke level tertinggi,” pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














