LINIKATA.COM, PATI – Harga komoditas sapi dan kambing di Kabupaten Pati mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat yang mulai berburu hewan kurban sejak jauh-jauh hari.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, mengungkapkan bahwa antusiasme pembeli hewan kurban saat ini sudah kembali menggeliat. Pasar ternak dinilai mulai pulih setelah sempat lesu akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi pasar yang kompetitif ini otomatis mendongkrak nilai jual ternak di tingkat pedagang. Untuk komoditas sapi, kenaikan harga bahkan sudah menembus angka jutaan rupiah untuk per ekornya.
“Harga sapi bagus, ada peningkatan harga mulai menggeliat. Sapi ada kenaikan Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor,” ucapnya.
Baca juga: Populasi Ternak di Pati Anjlok 50 Persen, Bagaimana Stok Kurban Iduladha?
Pergeseran Tren Harga Kambing
Selain sapi, tren kenaikan harga secara berkala juga terjadi pada komoditas kambing. Namun, Andi Hirawadi menyebut persentase kenaikan harga kambing menjelang hari raya ini relatif kecil jika dibandingkan dengan fluktuasi harga harian. Jika ditarik garis lurus dengan grafik tahun lalu, harga kambing periode ini justru terhitung mengalami penurunan.
”Kambing malah turun dibanding tahun kemarin. Rp3,5 juta sekarang Rp3 juta sudah dapat. Tapi ketimbang hari biasanya, naik sedikit,” bebernya.
Dispertan Garansi Kesehatan Hewan Kurban
Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak berkurban, Dispertan Pati memastikan kondisi kesehatan seluruh hewan ternak di wilayahnya dalam status aman dan bebas penyakit. Kesimpulan ini diambil setelah instansi terkait menerjunkan tim untuk melakukan sidak pengawasan berkala di area kandang penampungan hingga pasar hewan tradisional.
”Kemarin kita sudah melaksanakan pemeriksaan beberapa kali, tidak ada kasus. Dipastikan ternak yang dijual di pasar sehat; sapi, kambing, maupun domba sehat,” tegas Andi.
Perketat Pengawasan Ternak Luar Daerah
Sebagai langkah antisipasi preventif jangka panjang terhadap risiko penyebaran virus PMK, pihak dinas terus menggencarkan program vaksinasi hewan ternak secara berkala dan stimulan.
Baca juga: Wajib Tahu! Ini Tips dari Dispertan Pati Cara Pilih Hewan Kurban Sehat
Selain itu, screening ketat juga diberlakukan untuk lalu lintas hewan yang masuk dari luar daerah, khususnya area perbatasan provinsi. Petugas kesehatan disiagakan penuh untuk memantau titik-titik krusial seperti Pasar Hewan Jaken guna memeriksa setiap komoditas yang masuk ke Kabupaten Pati.
“Kita yang datang dari Jawa Timur, ada petugas yang menjaga setiap pasaran di pasar Jaken, rutin dari dokter,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














