LINIKATA.COM, PATI – Kabar kurang menggembirakan menyertai keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Pati tahun 2026. Seorang calon jemaah haji asal Kecamatan Sukolilo terpaksa dipulangkan dan gagal berangkat ke Tanah Suci setelah didiagnosa mengidap hepatitis.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Pati, Rahardian Yunianto, menjelaskan bahwa jemaah dari Kloter 52 tersebut sebenarnya sudah sampai di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
“Satu yang gagal berangkat karena faktor kesehatan, yakni terkena hepatitis. Hasil diagnosa tersebut keluar saat tes kesehatan lanjutan di Embarkasi Solo pada Jumat (8/5/2026) lalu,” ujar Dian kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Dari Beban Pundak ke Baitullah: Kisah Inspiratif Kuli Panggul Kudus yang Berangkat Haji
Gagal Terbang di Detik Terakhir
Jemaah tersebut awalnya dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 09.20 WIB. Namun, karena status kesehatannya dinyatakan tidak istitoah (mampu), pihak embarkasi langsung memulangkannya ke kediaman di Pati.
“Langsung dipulangkan. Jika nanti berobat dan sembuh, yang bersangkutan bisa diberangkatkan tahun depan. Kami berharap proses pengobatannya berjalan lancar agar bisa berangkat pada musim haji berikutnya,” imbuh Dian.
Pati Terendah Angka Jemaah Gagal Berangkat
Meski ada satu jemaah yang batal berangkat, Kemenhaj Pati mencatat angka ini merupakan yang paling sedikit jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah yang rata-rata mencapai 6 hingga 7 jemaah.
“Tahun ini Kabupaten Pati termasuk yang paling sedikit gagal berangkat. Skrining kesehatan di tingkat daerah memang kami lakukan secara ketat sejak awal,” tuturnya.
Dengan batalnya satu orang tersebut, total jemaah haji asal Kabupaten Pati yang resmi diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 1.274 orang dari total 1.275 yang sebelumnya dilepas di Pendapa Kabupaten Pati.
Baca juga: Tak Ada Yang Mustahil! Penjual Tempe di Pati Bisa Haji dari Nabung Rp10 Ribu Sehari
Distribusi Kloter Jemaah Pati
Secara keseluruhan, jemaah asal Kabupaten Pati tahun ini terbagi dalam enam kloter, yakni Kloter 43, 49, 50, 51, 52, dan Kloter 53. Selisih dari kuota awal sebanyak 1.293 jemaah disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari sakit sebelum keberangkatan hingga jemaah yang wafat.
“Kami berdoa agar seluruh jemaah yang berangkat diberikan kesehatan, keselamatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin














