LINIKATA.COM, PATI – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Ranting Penggung, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, melakukan terobosan kreatif dalam menggalang dana sosial. Berkolaborasi dengan Banom NU seperti Ansor, Banser, Fatayat, dan Muslimat, mereka gencar menjalankan gerakan Sedekah Rongsokan untuk kemaslahatan umat.
Aksi ini dilakukan secara jemput bola dengan menyisir rumah-rumah warga. Menggunakan bronjong di atas sepeda motor, anggota Lazisnu dan Banser berkeliling mengambil barang bekas yang telah disiapkan warga di depan rumah. Tim lainnya kemudian mengangkut tumpukan barang tersebut menggunakan kendaraan pikap menuju posko pengumpulan.
Ketua Lazisnu Ranting Penggung, Eko Wahyudi, menjelaskan bahwa pengambilan barang rongsokan ini dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali pada hari Jumat pagi.
Baca juga: Harga BBM dan Aspal Naik, Anggaran Proyek Jalan di Pati Terpaksa Dirombak
“Untuk hari ini adalah pengambilan rongsokan yang ketiga kalinya. Dimulai dari RT 01 sampai RT 07 di Pedukuhan Penggung,” ungkap Eko pada Ahad (26/4/2026).
Nilai Ekonomi dari Pemilahan Sampah
Setelah semua barang bekas terkumpul di posko, tim melakukan pemilahan sesuai dengan jenis materialnya. Proses ini bertujuan untuk mempermudah penjualan kepada pengepul serta memastikan sampah dapat didaur ulang dengan tepat. Upaya ini terbukti mampu mengubah barang yang dianggap sampah menjadi nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Dalam sekali penjualan, pengelola mampu meraup dana segar berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1,3 juta. Angka ini tergolong signifikan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan yang dijalankan oleh organisasi di tingkat ranting tersebut.
“Uang hasil penjualan ini akan dimasukkan ke kas Lazisnu, kemudian dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti santunan kematian hingga bantuan bencana alam,” ucap Eko.
Baca juga: Pati Dapat Alokasi Pupuk Subsidi 84,69 Ribu Ton
Solusi Lingkungan dan Kemaslahatan Umat
Sekretaris Desa Ngagel, Setyo Widi Nugroho (Yoyok), memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas organisasi ini. Menurutnya, gerakan Sedekah Rongsokan adalah bukti bahwa kepedulian sosial bisa diwujudkan tanpa harus menunggu memiliki uang banyak.
Pemerintah desa menilai bahwa barang bekas yang selama ini hanya memenuhi sudut rumah kini bisa menjadi ladang amal sekaligus solusi atas permasalahan sampah di lingkungan setempat. Program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Pati.
“Mari kita sukseskan bersama. Semoga melalui program daur ulang ini, kita juga bisa mengurangi permasalahan sampah di lingkungan Dukuh Penggung,” pungkas Yoyok.
Editor: Ahmad Muhlisin















