LINIKATA.COM, REMBANG – Insiden keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kragan pada Selasa (21/4/2026) memicu beragam reaksi di tengah masyarakat. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, sebagian besar warga, khususnya di Desa Balongmulyo, berharap program unggulan pemerintah ini tetap dilanjutkan dengan catatan evaluasi yang ketat.
Salah satu warga Balongmulyo, Munandra, menyatakan bahwa kejadian tersebut murni merupakan sebuah insiden yang tidak disengaja. Menurut pantauannya, selama ini penyaluran makanan tambahan tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti bagi para siswa di wilayah setempat.
Harapan Warga Agar Program MBG Tetap Berjalan
“Kalau masalah seperti ini suatu insiden ya. Soalnya biasanya enggak pernah kayak gitu. Dari warga sebenarnya enggak ada masalah apa-apa sampai tadi pun tetap kondusif,” ujar Munandra saat memberikan keterangan pada Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Klarifikasi SPPG Soal Dugaan Keracunan MBG di SDN Balongmulyo Rembang
Ia menyayangkan adanya desakan dari segelintir pihak yang meminta program ini dihentikan secara total. Menurutnya, kesalahan teknis dalam pengolahan tidak seharusnya mengorbankan manfaat luas yang telah dirasakan oleh masyarakat dan siswa selama ini.
“Sangat disayangkan kalau harus berhenti. Yang minta ditutup itu mungkin cuma satu atau dua orang, yang lainnya tidak. Harusnya pengawasannya saja yang diperketat, bukan dihentikan,” tambahnya menekankan pentingnya pengawasan daripada penghentian.
Dampak Ekonomi Bagi Warga Desa Karangharjo
Senada dengan hal tersebut, Jumiyati, warga Desa Karangharjo, juga menyuarakan agar program MBG tidak dihentikan secara permanen. Baginya, keberadaan program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi anak sekolah, melainkan juga telah menjadi sumber mata pencaharian baru yang sangat membantu stabilitas ekonomi keluarga di tingkat desa.
“Kami berharap program MBG tidak berhenti. Sudah membantu saya, ini jadi sumber ekonomi baru saya,” ucap Jumiyati dengan penuh harap.
Bagi warga lokal, operasional penyediaan makanan ini melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, sehingga penghentian program secara mendadak berdampak langsung pada penghasilan harian mereka.
Baca juga: Mual dan Pusing Kepala, 22 Siswa SD di Balongmulyo Rembang Diduga Keracunan MBG
Sanksi Operasional dari Badan Gizi Nasional
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian operasional sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02 Karangharjo, Kragan. Keputusan ini tertuang dalam surat resmi bernomor 1845/D.TWS/04/2026 yang diterbitkan pada Rabu (21/4).
Sanksi tersebut diberikan sebagai respons cepat setelah BGN menerima laporan investigasi dari Koordinator Wilayah Kabupaten Rembang terkait insiden kesehatan yang terjadi. Langkah pemberhentian sementara ini diambil guna melakukan audit menyeluruh terhadap standar keamanan pangan di satuan pelayanan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














