LINIKATA.COM, REMBANG – Sebanyak 22 siswa SDN Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kragan 2 pada Selasa (21/4/2026). Puluhan siswa tersebut diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Kronologi Gejala Mual dan Sesak Napas
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB setelah jam istirahat. Para siswa di sekolah yang terletak di wilayah Kragan tersebut mulai mengeluhkan gejala serupa, yakni mual, pusing, hingga sesak napas.
Salah satu siswa terdampak, Ajeng Sivana Alza, menuturkan bahwa kecurigaannya muncul saat meminum susu yang menjadi bagian dari menu MBG hari itu. Menurutnya, susu tersebut memiliki rasa yang tidak lazim.
Baca juga: Jaga Kualitas MBG, Pemkab Rembang Gelar Rakor Bersama SPPI dan SPPG
“Susunya saya minum sedikit karena rasanya asam, langsung saya buang. Setelah minum itu perut terasa sakit, dada sesak, muntah, sama kepala pusing,” ungkapnya kepada wartawan di Rembang, Selasa (21/4/2026). Selain susu, menu yang disajikan pada hari itu meliputi nasi, sayuran, telur, tempe, tahu, dan buah kelengkeng.
Penanganan Medis di Puskesmas Kragan 2
Kepala Puskesmas Kragan 2, Arif Rohman Hakim, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menangani 22 siswa secara intensif. Mayoritas korban memerlukan perawatan lebih lanjut, dengan rincian 17 siswa menjalani rawat inap atau perawatan lanjutan, sementara 5 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah stabil.
“Gejalanya rata-rata sama, muntah dan sakit perut. Karena muntahnya belum bisa berhenti spontan, akhirnya kami putuskan untuk rawat inap darurat di sini agar penanganannya lebih maksimal,” ujar Arif saat menjelaskan kondisi siswa di wilayah Kecamatan Kragan tersebut.
Baca juga: SPPG Tegaldowo Rembang Konsisten Sajikan Menu Daging Sapi
Pihak Puskesmas dan otoritas terkait di Kabupaten Rembang masih melakukan pendalaman mengenai penyebab pasti keracunan tersebut. Fokus pemeriksaan saat ini tertuju pada seluruh komponen menu MBG, terutama sampel susu yang dikeluhkan berasa asam oleh para siswa.
Hingga berita ini ditayangkan, kondisi 17 siswa yang menjalani rawat inap dilaporkan mulai membaik, namun masih dalam pengawasan ketat tim medis untuk memastikan tidak ada gejala lanjutan di wilayah Kragan, Rembang. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















