LINIKATA.COM, KUDUS – Sejumlah santri Madrasah Aliyah (MA) NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus menggelar aksi menulis surat khusus untuk ibu di sela-sela Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Senin (20/4/2026) pagi.
Menanamkan Nilai Birrul Walidain di MA NU TBS Kudus
Kegiatan dengan tema “Nilai-nilai Kepahlawanan Ibunda” dan “Peran Ibunda dalam Mendukung Kesuksesan Anak” ini dilaksanakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026.
Wali Kelas 11-A MA NU TBS Kudus, Abdul Halim, yang memantau langsung jalannya kegiatan, memberikan apresiasi tinggi atas kepekaan rasa para muridnya. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar tugas menulis, melainkan sarana menanamkan nilai birrul walidain (berbakti kepada orang tua) bagi para santri di Kudus.
Baca juga: Inovasi Berbasis Kolaborasi: Strategi Bupati Perkuat Mutu Guru Kudus
“Ini kegiatan yang luar biasa karena anak bisa menghargai perjuangan orang tua, khususnya ibu. Harapannya, dengan memahami perjuangan tersebut, anak-anak akan semakin termotivasi belajar lebih giat untuk sukses di masa depan,” tutur Halim di lingkungan madrasah.
Pentingnya Menulis Tangan bagi Siswa di Kudus
Aksi para santri TBS Kudus ini juga mendapat perhatian dari pakar pendidikan Universitas Muria Kudus (UMK), Prof. Muh. Syafei. Ia menilai aktivitas menulis tangan memiliki nilai filosofis dan pedagogis yang dalam, terutama di tengah gempuran era digital saat ini.
“Aktivitas menulis tangan memberikan kesan yang sangat mendalam bagi anak, apalagi topiknya tentang ibu. Ada koneksi emosional yang terbangun saat jemari menggoreskan kata-kata di atas kertas,” ujar Prof. Syafei.
Baca juga: Saluran Air Depan Dispertan Kudus Disulap Jadi Kolam Ikan, Jadi Spot Mancing Baru!
Lebih lanjut, ia mendorong agar sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kudus menggalakkan kembali tradisi menulis tangan. Meski teknologi digital berkembang pesat, menulis secara manual dianggap tetap menjadi metode efektif untuk mengasah kedalaman berpikir dan kepekaan rasa siswa.
“Kami harapkan kegiatan ini menjadi momentum bagi para siswa untuk terus meneladani semangat perjuangan Kartini yang diwujudkan melalui penghormatan setinggi-tingginya kepada sosok ibu,” pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin















