LINIKATA.COM, PATI – Kasus penyakit chikungunya mulai merebak di Kabupaten Pati pada awal tahun 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan sebanyak 20 warga dinyatakan positif terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
Penyebaran kasus ini tersebar merata di empat wilayah kecamatan di Bumi Mina Tani. Masing-masing wilayah menyumbangkan 5 kasus, yakni Kecamatan Jaken, Kecamatan Tayu, Kecamatan Wedarijaksa, dan Kecamatan Margorejo. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, mengonfirmasi temuan tersebut.
“20 yang positif chikungunya,” kata Salis Diah Rahmawati.
Baca juga: Waspada Penyakit Kusta di Pati: Sampai Maret Ada 11 Kasus
Menyerang Semua Kelompok Usia
Fenomena chikungunya di Kabupaten Pati kali ini tidak memandang umur. Puluhan warga yang terjangkit terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga kelompok lanjut usia (lansia). Salis menjelaskan bahwa peningkatan kasus ini sangat erat kaitannya dengan kondisi cuaca, di mana musim hujan menjadi periode krusial bagi perkembangbiakan nyamuk pembawa virus.
“Biasanya musim hujan dan pancaroba,” terangnya.
Langkah Pencegahan: PSN Lebih Efektif daripada Fogging
Menyikapi temuan 20 kasus tersebut, Dinkes Pati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah preventif yang nyata. Cara yang paling ampuh adalah dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin, baik di dalam maupun di luar rumah.
Baca juga: Waspada! 6 Kasus Campak Muncul di Pati Mayoritas Serang Anak-Anak
Pihak Dinkes menekankan bahwa masyarakat tidak perlu bergantung pada pengasapan (fogging), karena PSN dinilai jauh lebih efektif untuk membasmi jentik. Selain itu, warga juga diminta untuk rajin membersihkan genangan air serta membabat rumput atau tumbuhan liar yang sudah tinggi di sekitar tempat tinggal agar tidak menjadi sarang nyamuk.
“Serta bisa dilakukan dengan pembabatan tumbuhan-tumbuhan yang sudah tinggi di sekitar rumah. Untuk pencegahan DBD/chikungunya tidak perlu dengan fogging cukup dengan PSN,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















