LINIKATA.COM, PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit kusta. Berdasarkan data Januari hingga pertengahan Maret 2026, tercatat sudah ada 11 warga yang terjangkit penyakit saraf tepi itu.
Angka ini menambah deretan panjang kasus kusta yang tahun lalu menjangkiti 37 orang di berbagai kecamatan. Dari total kasus tersebut, lima penderita bahkan mengalami kecacatan fisik akibat keterlambatan penanganan.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Pati, Yanti, mengungkapkan, sebaran kasus terbanyak pada tahun sebelumnya berada di wilayah Kecamatan Kayen.
Baca juga: Waspada! 6 Kasus Campak Muncul di Pati Mayoritas Serang Anak-Anak
“Penyakit kusta bisa ada pada anak maupun dewasa, untuk tahun 2025 ada 37 kasus menyebar hampir seluruh kecamatan, terbanyak di Kayen ada 6 kasus. Data itu 32 di antaranya tanpa cacat, sedangkan 5 kusta dengan cacat,” sebut Yanti.
Mengenali Gejala Awal dan Bahaya Kusta
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae ini menyerang jaringan saraf penderitanya. Salah satu ciri khas yang paling menonjol adalah munculnya bercak putih pada kulit yang disertai dengan mati rasa (anestesi). Kondisi ini sering kali mengecoh masyarakat karena kemiripannya dengan penyakit kulit ringan seperti panu.
“Di tahun 2026 data sementara ada 11 kasus. Gejala awal kusta ada gangguan pada saraf, tidak terasa sakit ketika dicubit itu salah satu gejala khusus. Kemudian muncul bercak dan mati rasa, bedanya sama panu, kalau panu masih ada rasa,” jelas Yanti.
Baca juga: Pemkab Pati Belum Terapkan WFH ASN untuk Hemat BBM, Ini Alasannya
Mati rasa ini menjadi ancaman serius karena penderita tidak akan merasakan sakit saat terkena benturan atau luka, yang jika dibiarkan dapat memicu infeksi parah hingga kecacatan permanen.
“Kalau sudah lanjut, maka akan timbul kecacatan, luka karena mati rasa. Apabila tidak pakai sandal atau sepatu kena apa-apa tidak kerasa, bisa infeksi. Bercaknya kecil kemudian lama-lama membesar,” tambahnya.(LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















